Bagikan

Melesat 131%, Krom Bank (BBSI) Salurkan Kredit Rp 4,25 Triliun di 2024

JAKARTA, investortrust.id - PT Krom Bank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024. Hal ini tercermin dari penyaluran kreditnya yang melesat 131%, dari Rp 1,83 triliun pada 2023 menjadi Rp 4,25 triliun di tahun lalu. 

Menurut Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan, pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh lonjakan dana pihak ketiga (DPK) dan optimalisasi perluasan layanan berbasis teknologi digital. DPK Krom Bank melejit 809%, dari Rp 348 miliar pada 2023 menjadi Rp 3,16 triliun di 2024. 

“Kinerja kami di tahun 2024 ini mencerminkan langkah Krom yang semakin kokoh sebagai bank digital yang agile dengan skalabilitas tinggi,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (8/4/2025). 

Baca Juga

Krom Bank (BBSI) Bagikan Donasi Sembako ke Ratusan Anak Yatim-Dhuafa di Jakarta dan Bandung

Melonjaknya DPK, lanjut Anton, didorong oleh pertumbuhan pada simpanan berbasis tabungan dan deposito. Selain itu, Krom Bank juga mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 124 miliar, atau relatif stabil dibanding 2023 karena bank tengah meningkatkan rasio pencadangan. 

Di sisi bersamaan, bank berkode saham BBSI ini juga sukses menjaga rasio kredit bermasalah. Tercermin dari non performing loan (NPL) gross yang berada di level 3,12%, atau di bawah batas maksimum yang ditentukan regulator sebesar 5%. 

Lalu, cadangan kerugian untuk mengantisipasi potensi risiko juga diperkuat dengan peningkatan rasio pencadangan menjadi 6,46% secara year on year (yoy) di tahun lalu, dari 4,67% pada 2023. Rasio kecukupan modal (KPMM) tercatat 82,63%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. 

“Hal ini memposisikan Krom pada posisi yang sangat sehat dan memiliki permodalan kuat untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan,” kata Anton. 

 

Baca Juga

Krom Bank Ungkap Strategi DPK Bisa Melesat 1.546% di Kuartal III 2024

Menurutnya, dengan model bisnis yang efisien dan scalable, Krom tetap mampu menjaga efisiensi dan profitabilitas. Terbukti dengan biaya operasional yang dijaga tetap rendah dibanding pendapatan, dengan cost to income ratio (CIR) sebesar 18,07%. Lalu, net interest margin (NIM) mencapai 20,01%, dimana margin keuntungan lebih tinggi dari aktivitas intermediasi. 

“Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang solid dan prudent dalam menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya digital friendly, tapi juga menjawab kebutuhan nyata para nasabah,” kata Anton. 

Ke depan, Anton menegaskan pihaknya akan terus fokus memperluas jangkauan pertumbuhan nasabah baru serta berinvestasi pada pengembangan layanan digital, dengan menciptakan produk atau layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah, serta perluasan akses layanan melalui jaringan dan kemitraan strategis. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024