LPS Jamin 626,25 Juta Rekening Nasabah per Januari 2025, Dalam Sebulan Naik 1,58 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak 626,25 juta rekening nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Januari 2025. Jumlah itu naik 1,58 juta dari posisi Desember 2024 sebanyak 624,67 juta rekening.
Jumlah itu terdiri dari 610,57 juta rekening nasabah bank umum dan 15,67 juta rekening nasabah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) atau BPR Syariah. Secara bulanan, terjadi kenaikan di sisi rekening bank umum sebanyak 1,72 juta, sedangkan di rekening BPR justru terjadi penurunan sekitar 150 ribu.
Melansir data LPS, Selasa (1/4/2025) untuk cakupan penjaminan bank umum, tercatat 610,20 juta rekening dijamin penuh dengan saldo dibawah Rp 2 miliar. Sementara, 367.758 dijamin sebagian untuk saldo diatas Rp 2 miliar. Cakupan rekening dijamin penuh mencapai 99,94%.
Baca Juga
Indonesia’s Early 2025 Deflation Driven by Power Subsidies, Not Weak Demand: LPS Chairman
Kemudian untuk cakupan penjaminan BPR/BPRS ada 15,67 juta rekening dijamin penuh dengan saldo dibawah Rp 2 miliar. Sementara, 3.827 dijamin sebagian untuk saldo diatas Rp 2 miliar. Cakupan rekening dijamin penuh lebih tinggi mencapai 99,98%.
Adapun jumlah bank peserta penjaminan LPS per Februari 2025 mencapai 1.635, terdiri dari 105 bank umum dan 1.530 BPR/BPRS. Berdasarkan data LPS, jumlah bank peserta penjaminan LPS mengalami penurunan, yakni 1.738 di 2021, 1.714 di 2022, 1.681 di 2023, dan 1.641 di 2024. Berdasarkan undang-undang, seluruh bank yang ada di Indonesia wajib menjadi bank peserta penjaminan LPS.
Baca Juga
LPS: Kondisi Perbankan Nasional 'Sehat wal Afiat’, Ini Indikatornya
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi perbankan di Tanah Air dalam kondisi sehat wal afiat. Klaim ini disampaikan oleh Purbaya mengacu pada sejumlah indikator kinerja perbankan nasional yang masuk dalam koridor sehat.
“Sampai sekarang sehat wal afiat perbankan kita secara umum. CAR-nya juga bagus rata-rata 27%, kreditnya tumbuh 10,27% terakhir (pada Januari 2025), net interest margin-nya masih 4,5%, jadi salah satu industri yang paling untung di dunia perbankan kita,” kata Purbaya dalam sesi podcast Konvergensi bersama CEO Investortrust Primus Dorimulu di kantor Investortrust.id, Kamis (27/3/2025).
Dalam paparan yang disampaikannya, diketahui tingkat kecukupan modal rerata perbankan nasional terus bertumbuh dalam kurun waktu setahun terakhir, dengan posisi di Januari 2025 di level 27,05%. Tingkat net interest margin perbankan nasional pun berada di kisaran 4% sejak lima tahun terakhir, yang menandakan industri perbankan nasional merupakan bisnis yang menguntungkan di Tanah Air.
Intermediasi perbankan terus tumbuh positif, per Januari 2025 kredit tumbuh 10,27% YoY sementara DPK tumbuh 5,51% YoY. Permodalan bank tetap kuat dengan CAR sebesar 27,05% 2024 dan NPL gross berada pada level yang terkendali sebesar 2,18% pada Januari 2025.
Adapun volume dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp 8.879,3 triliun, yang merupakan pertumbuhan sebesar 5,5% secara tahunan. Sedangkan LDR perbankan pada Januari 2025 tercatat di level 87,6%, melonggar likuiditasnya dibanding posisi akhir tahun 2024 yang berada di level 88,57%. Menurunnya tingkat LDR menggambarkan bahwa perbankan masih memiliki kapabilitas untuk memperbesar kucuran kredit bagi industri.

