BSI Catat Penjualan Emas Digital Melesat 240% hingga Pertengahan Maret 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat lonjakan signifikan dalam penjualan emas digitalnya. Hingga Maret 2025, penjualan BSI Emas Digital tumbuh 240% secara year on year (yoy), dan hampir 70% secara mont to date (MtD). Saldo BSI Emas Digital juga meningkat 99% (yoy) dan 28% (yoy).
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian. Di sisi bersamaan, pihaknya berupaya memberikan solusi investasi syariah yang aman, tahan terhadap inflasi, mudah dan memberikan kepastian jangka menengah dan panjang.
“Salah satunya dengan BSI Gold yang merupakan produk dari layanan bank emas atau bullion bank BSI. Apalagi bila melihat tren harga emas dunia yang cenderung meningkat, investasi emas merupakan langkah yang tepat,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (21/3/2025).
Baca Juga
Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor di Tengah Potensi Penurunan Bunga The Fed
Pada 20 Maret 2025, harga emas di Indonesia mencapai Rp 1.732.000 per gram, naik Rp 19.000 atau sekitar 1,11% dibandingkan hari sebelumnya. Sejak awal 2025 harga emas telah meningkat Rp 263.360 atau 18,33% dan secara tahunan naik Rp 618.360 atau 55,52%. Kenaikan ini mencerminkan minat investor yang meningkat terhadap aset safe haven.
Anton menyatakan, perseroan semakin masif menggarap potensial market yang cocok dengan model bisnis bank emas, karena emas bisa dimiliki oleh seluruh segmen nasabah. Sementara itu, pada 26 Februari lalu BSI telah mendapat izin pelaksanaan bank emas yang menjadi new game changer untuk bisnis di tahun ini. Izin tersebut mencakup penitipan emas dan perdagangan emas.
“BSI telah memiliki izin sebagai bank emas sehingga memungkinkan nasabah melakukan pembelian emas dengan harga yang terjangkau dan aman, karena disimpan secara digital dan bisa ditarik menjadi emas batangan dengan cara yang mudah,” katanya.
Baca Juga
BSI Aims for Top Three with Hajj Savings and Bullion Bank Edge
Dengan peningkatan harga emas yang signifikan, juga berpengaruh pada pertumbuhan bisnis emas BSI, khususnya penjualan emas melalui platform digital BYOND. “Saat ini jumlah nasabah BSI Emas Digital mencapai 200.000 nasabah. Dengan kondisi harga emas yang terus meningkat dan mendorong masyarakat untuk membeli emas, kami berekspektasi pertumbuhan nasabah BSI Emas Digital akan mencapai peningkatan dua sampai tiga kali,” ucap Anton.
Dengan layanan BSI Gold, lanjut dia, menawarkan harga yang kompetitif mula dari 5 gram atau setara Rp 8.8617.300 yang dapat dilakukan dengan mekanisme cicil emas. Emas yang dijual juga memiliki standar 99,99% dan harga jual serta harga yang jauh lebih kompetitif.
“Total omzet emas BSI saat ini mencapai Rp 28,7 triliun. Kami optimis kehadiran BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia akan menjadi new game changer untuk memberikan diversifikasi instrumen investasi syariah yang aman, mudah dan bisa diakses kapanpun dan di manapun,” kata Anton.

