Perbanas: Indeks Inklusi dan Literasi Keuangan Alami Tren Peningkatan dalam 10 Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa indeks inklusi dan literasi keuangan mengalami tren peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Di tahun 2024, gap literasi dan inklusi semakin kecil dikarenakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan sektor keuangan melakukan literasi dan edukasi ke masyarakat.
Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, Indonesia sebenarnya selama lima tahun terakhir termasuk negara yang signifikan meningkat inklusinya, meskipun ada penurunan sedikit pada tahun 2024. Menurut Kartika, penurunan tersebut dikarenakan adanya perbedaan metodologi survei sebelumnya dengan purposive dan random sampling, pada tahun 2024 menggunakan stratified multistage cluster sampling.
"Memang di sini ada sedikit perubahan metode di tahun 2024 untuk menghitung inklusi di mana ada penurunan sedikit, tapi secara average peningkatan kita tajam sekali selama 10 tahun terakhir di mana produk perbankan maupun produk keuangan yang lain, seperti asuransi dan pasar modal sudah sangat secara luas diterima masyarakat," ujar Kartika dalam acara RDPU dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, (13/3/2025).
Meski begitu, Kartika membeberkan bahwa tantangannya adalah ada di literasi, karena inklusinya ini ternyata tidak diikuti dengan literasi yang seimbang.
"Jadi kalau kita lihat literasi baru kita benar-benar dorong di dua tahun terakhir, ini banyak sekali pemilik rekening bank atau pemilik asuransi yang sebenarnya tidak paham mengenai resiko dan mengenai fitur daripada produknya. Jadi ini tantangan terbesar bahwa kepemilikan rekening, baik rekening mobile banking, rekening tabungan, rekening kredit maupun juga rekening pasar modal seperti saham dan juga asuransi itu meluas namun tidak dipahami nature dan resiko dari produk tersebut," jelas Kartika.
Dengan demikian, Kartika membeberkan bahwa hal ini menjadi topik utama Perbanas dalam diskusi dengan OJK selama dua tahun terakhir bagaimana sektor keuangan bersama-sama OJK, termasuk dengan Komdigi mendorong adanya pemahaman dan literasi yang makin dalam mengenai berbagai produk dan mengenai resiko daripada berbagai produk ini.
Sebagai tambahan informasi, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%. SNLIK tahun 2024 juga mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.
Hasil yang diperoleh menunjukkan indeks literasi keuangan syariah penduduk Indonesia sebesar 39,11%. Adapun, indeks inklusi keuangan syariah sebesar 12,88%.

