blu by BCA Digital Bakal Dukung BI Hadirkan Layanan QRIS Tap
TANGERANG, investortrust.id - PT Bank Digital BCA sebagai entitas blu, memastikan bakal mendukung rencana Bank Indonesia (BI) untuk menghadirkan layanan tanpa pindai atau scan pada transaksi menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Kepastian itu disampaikan langsung oleh Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga Halim.
"Untuk QRIS Tap, kita akan coba ke depan," katanya dalam talkshow mini studio pada gelaran BCA Expoversary di Hall 3 ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (21/2/2025).
Menurut Yoga, secara umum blu by BCA Digital bakal konsisten mendukung program-program pemerintah yang berkaitan dengan optimalisasi layanan kepada masyarakat. Termasuk di antaranya, adalah menghadirkan layanan transaksi QRIS Tap. Namun ia menyebut blu akan terlebih dahulu memperkuat fitur sebelum menghadirkan layanan QRIS Tap.
"Kita mau coba QRIS Tap, tapi kita perkuat dulu. Kita akan mendukung program pemerintah, kita akan kembangkan menuju QRIS Tap," ujarnya.
Meski demikian ia menyebut pihaknya membutuhkan waktu lebih sebelum meluncurkan fitur QRIS Tap pada layanan transaksi bagi para pengguna blu by BCA.
"Kami pikir perlu waktu, sebelum pakai fitur QRUS Tap pada blu," tandasnya.
Baca Juga
Bakal Meluncur 14 Maret 2025, BCA Siap Implementasikan QRIS Tap
Diberitakan Bank Indonesia (BI) akan menghadirkan fitur transaksi tanpa memindai atau scan, yakni QRIS Tap yang bakal diluncurkan pada tanggal 14 Maret 2025. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo peluncuran layanan QRIS Tap akan bersamaan dengan merchant discount rate (MDR) Badan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO) dari 0,4% menjadi 0%.
"Akan berlaku mulai 14 Maret 2025, bersamaan dengan launching QRIS Tap atau tanpa pindai," kata Perry dalam konferensi pers rapat dewan gubernur (RDG) di kantor BI, Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga
Pada kesempatan yang sama Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkap penurunan tarif MDR untuk layanan transksi QRIS di BLU dan PSO merupakan bentuk keberpihakan bank sentral dalam mendukung program-program pemerintah. Khususnya, lanjut dia, dalam meningkatkan atau perbaikan terhadap layanan umum.
"Apa itu layanan umum? Misalnya seperti di rumah sakit, lalu transportasi MRT, KRL, Damri lalu juga di tempat wisata, pendidikan termasuk Pos Indonesia, dan pengelolaan dana pendidikan lainnya. Jadi nanti kita akan turunkan dari 0,4% menjadi 0%, ini nanti (diluncurkan) tanggal 14 Maret," ujar Filianingsih.
Ia mengatakan, sebelumnya BI memperkirakan layanan QRIS Tap dan penurunan tarif MDR transaksi QRIS di BLU serta PSO awalnya ditargetkan dapat dieksekusi pada akhir kuartal I 2025. Namun ternyata BI dapat mempercepat layanan tersebut untuk dapat diimplementasikan di tengah masyarakat.
"Kita mendukung juga program transformasi digital dari pemerintah, khususnya untuk transportasi. Jadi nanti bapak/ibu tidak perlu lagi memindai, cukup melenggang dekatkan saja HP-nya, langsung masuk yang penting ada dananya," ungkapnya.

