OJK Targetkan Roadmap Kegiatan Usaha Bulion Rampung Agustus 2025
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan kegiatan usaha bulion di Indonesia sebagai bagian dari strategi meningkatkan likuiditas sistem keuangan dan mendukung stabilitas ekonomi nasional. Saat ini, regulator tengah menyusun roadmap Kegiatan Usaha Bulion (KUBL) yang ditargetkan selesai pada Agustus 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, potensi emas yang ada di Indonesia saat ini dapat dimobilisasi ke sistem keuangan untuk dimonetisasi melalui usaha bulion.
“(Bulion) dapat meningkatkan likuiditas, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil, serta dapat berperan sebagai enabler dalam menjembatani keseimbangan antara pasokan dan permintaan emas di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga
Prabowo Resmikan Bank Emas Pertama di Indonesia pada 26 Februari 2025
Menurut Agusman, penyusunan roadmap ini dilakukan melalui serangkaian focus group discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan guna mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membangun ekosistem bisnis bulion yang sehat dan berkelanjutan.
Ia melanjutkan, saat ini potensi bagi usaha bulion di Indonesia sangat cerah. Terlebih, Indonesia menduduki peringkat ke delapan sebagai negara penghasil emas terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 110 ton pada tahun 2023. Selain itu, Indonesia juga menempati urutan ke enam sebagai negara dengan cadangan emas terbesar di dunia, dengan jumlah 2.600 ton.
Baca Juga
Menko Airlangga Usulkan BRI dan BSI Jadi Bank Emas Indonesia
Meski punya potensi besar, lanjut Agusman, pengembangan usaha bulion di sektor keuangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya pemenuhan kelengkapan ekosistem bulion serta pemetaan profil risiko, mengingat industri ini masih tergolong baru di dalam negeri.
“Untuk mengatasi hal tersebut, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) 17/2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion, yang memberikan pedoman bagi LJK (lembaga jasa keuangan) dalam melaksanakan kegiatan usaha bulion dengan aman dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” kata Agusman.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan memilih bank emas alias bullion bank pertama. Bank emas ini akan diresmikan pada 26 Februari 2025. Prabowo mengatakan dirinya yang akan meresmikan bank emas ini. Hal ini diungkapkan Prabowo dalam konferensi pers selepas rapat terbatas dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan P. Roeslani dan Ketua DEN Luhut B. Panjaitan.
"Kita akan bentuk bank emas, jadi selama ini kita tidak punya bank emas kita, tidak ada di Indonesia. Jadi emas kita banyak ditambang dan mengalir ke luar negeri. Kita ingin sekarang punya bank khusus emas di Indonesia. InsyaAllah kita resmi tanggal 26 Februari, ini saya kira pertama kali di negeri kita," kata Prabowo.

