Bank Mandiri Antisipasi Gejolak Global yang Berpotensi Tekan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyatakan, pihaknya terus melakukan langkah antisipatif terhadap dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah. Dari serangkain uji (stress test) yang dilakukan, Bank Mandiri terbukti tangguh (resilient).
Menurutnya, sebagai bank dengan praktik terbaik dalam penerapan manajemen risiko, Bank Mandiri menerapkan stress test atau uji ketahanan secara disiplin, serta menyertakan berbagai skenario kondisi yang akan terjadi ke dalam perhitungannya.
“Bank Mandiri sebagai market participant akan terus menyesuaikan ataupun beradaptasi dengan apapun yang terjadi di pasar, baik secara global maupun domestik,” ujar Darmawan, dalam paparan kinerja Bank Mandiri kuartal IV 2024, secara daring, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Kredit Korporasi Penopang Utama Bank Mandiri, Tumbuh Fantastis 25,5%
Tekanan terhadap nilai tukar, lanjut dia, juga akan berdampak terhadap likuiditas perbankan. Namun, dengan karakteristik Bank Mandiri yang fokus di segmen wholesale dan pemain utama dalam pembiayaan transaksi ekspor-impor, ia optimistis dapat menghadapi tantangan tersebut.
“Di satu sisi kami memiliki banyak sekali likuiditas valas (valuta asing) sebagai export proceed, maupun penyediaan dari sisi likuiditas valas untuk transaksi-transaksi dengan valuta asing, yang mana ini tentunya akan berdampak pada kinerja. Tetapi kita akan terus memperkuat sumber pendanaan,” katanya.
Bank Mandiri terus berupaya mengoptimalkan pendanaan dari dana murah melalui produk tabungan dan giro, baik dari nasabah individu maupun korporasi. Selain itu, skenario ketidakpastian global juga telah diperhitungkan dalam stress test yang dilakukan oleh perseroan.
“Dengan robust (kokoh) kita menyusun skenario stress test itu kita melihat masih cukup resilient (tangguh) dengan kinerja Bank Mandiri ke depan,” ucap Darmawan.
Di tengah persaingan industri, Bank Mandiri terus berinovasi untuk menyediakan layanan terbaik guna mempertahankan posisinya sebagai bank pilihan utama bagi masyarakat. “Tentunya dengan persaingan di pasar juga kita sikapi dengan berbagai inisiatif untuk terus menyediakan layanan-layanan terbaik, sehingga Bank Mandiri bisa menjadi top of mind di masyarakat,” katanya.
Baca Juga
Ditopang Kenaikan Kredit 19,5%, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 1,31% Jadi Rp 55,78 Triliun

