Sepekan, Aliran Modal ke ETF Bitcoin di AS Capai Rp 27 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Exchange trade fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS) menutup pekan lalu periode 21-24 Januari 2025 dengan arus masuk bersih mingguan sebesar US$ 1,76 miliar (Rp 27,6 triiun).
Menurut data SosoValue, Blackrock’s IBIT mencatatkan kenaikan terbesar dengan arus masuk bersih mingguan sebesar US$ 1,32 miliar. “Ini menandai pekan keempat berturut-turut arus masuk positif untuk ETF Bitcoin pada 2025,” kata Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, dikutip pada Kamis (29/1/2025).
Dia mengatakan, kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih memberikan dorongan signifikan pada aset kripto dalam beberapa bulan terakhir. Bitcoin (BTC) berhasil melampaui US$ 100.000 bulan lalu setelah kemenangan Trump dalam Pemilu AS.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Ungkap 2 Alasan Kenapa Bitcoin Lebih Unggul dari Dolar AS
Sementara pekan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan regulasi ramah industri dan penyediaan cadangan aset kripto nasional. Hal ini menjadi janji kampanye Trump kepada industri kripto.
Dampak kebijakan Trump diperkirakan akan mendorong pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Dalam waktu yang sama, POemerintah AS menerapkan kebijakan yang bertujuan merangsang pertumbuhan ekonomi, melalui pengurangan pajak dan belanja infrastruktur.
“Perlu dicatat bahwa korelasi antara Bitcoin dan indeks keuangan, seperti Nasdaq meningkat belakangan ini, ini menunjukkan faktor makroekonomi memainkan peran lebih besar dalam membentuk tren pasar aset kripto,” tutup Panji.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin dan Kripto Lainnya Menggeliat
Namun, pasar aset kripto global menghadapi guncangan besar akibat kemunculan startup artificial intelligence (AI) asal Tiongkok, DeepSeek. Pada 27 Januari 2025, Bitcoin dan aset kripto utama lainnya mengalami tekanan dengan likuidasi hampir US$ 1 miliar. “Volatilitas memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara teknologi kecerdasan buatan yang berkembang pesat dan pengaruhnya terhadap ekosistem keuangan,” jelas dia.
Meski tindakan administrasi Trump terhadap aset digital belum memberikan dorongan harga dalam jangka pendek, Panji berharap dampaknya terasa dalam beberapa pekan dan bulan mendatang, terutama melalui peningkatan arus aset institusional.

