Per November 2024, Premi Bruto Allianz Life Indonesia Tumbuh 9,6% Menjadi Rp 15,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Allianz Life Indonesia terus mencatatkan kinerja positif hingga penghujung 2024. Hal ini tercermin dari premi brutonya yang tumbuh 9,60% dari Rp 13,78 triliun pada November 2023 menjadi Rp 15,10 triliun di periode yang sama 2024.
Jika melirik laporan keuangan publikasi di website, laba sebelum pajak perusahaan melejit 1.790%, dari Rp 55,34 miliar pada November 2023 menjadi Rp 1,05 triliun di periode yang sama 2024. Selain karena pendapatan premi yang naik, pendorong naiknya laba ialah menurunnya sejumlah biaya akuisisi atau beban.
Misalnya, beban komisi tahun lanjutan yang menurun 0,32% secara year on year (yoy) menjadi Rp 487,72 miliar per November 2024. Lalu beban komisi overiding yang juga turun 14,70% (yoy) menjadi Rp 965,58 miliar di periode yang sama. Kemudian, beban lainnya yang tercatat Rp 484,88 miliar atau tumbuh negatif 27,58% (yoy).
Baca Juga
Dukung Generasi Muda Kembangkan Bisnis Berkelanjutan, Allianz Gelar Social Impact Fund 2024
Dari sisi klaim, jumlah beban dan klaim manfaat yang dibayar Allianz Life Indonesia sebesar Rp 12,63 triliun pada November 2024, atau meningkat 16,70% dibanding periode yang sama 2023 yaitu Rp 10,82 triliun.
Kemudian, hasil investasinya tumbuh negatif 44,83% (yoy) menjadi Rp 487,77 miliar per November 2024. Sementara, total investasinya tercatat Rp 29,25 triliun di periode yang sama, atau menurun 2,81% (yoy).
Dari total investasi yang digelontorkan Allianz Life Indonesia tersebut, sebagian besarnya ditempatkan di instrumen saham dengan pangsa 41,08% atau sebesar Rp 12,02 triliun. Disusul surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI mencapai Rp 11,15 triliun atau menggenggam market share 38,13% dari total investasi.
Baca Juga
Selanjutnya secara berurutan, investasi perusahaan ditempatkan di deposito berjangka, obligasi korporasi, reksa dana, surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, penyertaan langsung, pinjaman polis, dan efek beragunan aset.
Per November 2024 pula, perusahaan asuransi yang dipimpin oleh Alexander Grenz sebagai direktur utama juga sukses mencatatkan rasio solvabilitas yang menawan, tercermin dari risk based capital (RBC) yang berada di level 250,68%. Jauh diambang batas minimum yang telah ditentukan regulator, yakni 120%.

