Tumbuh 4,76%, Prudential Indonesia Catat Premi Bruto Rp 18,91 Triliun per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatatkan kinerja positif hingga penghujung 2024. Hal ini terbukti dari perolehan premi brutonya yang tumbuh 4,76%, dari Rp 18,05 triliun pada November 2023 menjadi Rp 18,91 triliun di periode yang sama 2024.
Merujuk laporan keuangan publikasi di website, naiknya premi bruto juga mendorong kenaikan jumlah pendapatan perusahaan sebesar 0,81% secara year on year (yoy) menjadi Rp 20,63 triliun pada November 2024.
Sementara itu, dari total laba sebelum pajak tercatat tumbuh negatif 23,30%, dari Rp 2,42 triliun pada November 2023 menjadi Rp 1,85 triliun di periode yang sama 2024. Turunnya laba, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya klaim, jumlah beban yang meningkat.
Hingga November 2024, jumlah klaim dan manfaat yang dibayarkan Prudential Indonesia naik 6,06% dari Rp 15,77 triliun pada November 2023 menjadi Rp 16,73 triliun. Kemudian jumlah beban juga mengalami peningkatan 4,50%, dari Rp 21,20 triliun per November 2023 menjadi Rp 22,15 triliun di periode yang sama 2024.
Baca Juga
Tumbuh 4%, Prudential Indonesia Catat Premi Rp 15,5 Triliun di Kuartal III 2024
Namun begitu, jumlah biaya akuisisi tercatat menurun 4,80% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2,61 triliun pada November 2024. Salah satu pendorong penurunan ini ialah pos beban komisi tahun pertama yang tumbuh negatif 24,82% secara year on year (yoy) menjadi Rp 828,28 miliar di November 2024.
Jumlah investasi dari perusahaan yang dipimpin oleh Antonio Manuel Benitez sebagai direktur utama ini juga menurun 2,26% (yoy) menjadi Rp 53,34 triliun pada November 2024. Dari jumlah tersebut, Prudential Indonesia paling banyak menempatkan investasinya di instrumen saham dengan porsi 54,77% atau sebesar Rp 29,21 triliun.
Porsi penempatan investasi terbesar selanjutnya adalah pada surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI sebesar Rp 9,85 triliun, lalu reksa dana Rp 5,91 triliun, deposito berjangka Rp 3,95 triliun, juga obligasi korporasi sebesar Rp 2,84 triliun.
Lalu, investasi selanjutnya secara berurutan ditempatkan Prudential Indonesia di instrumen penyertaan langsung, surat negara yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, surat berharga yang diterbitkan oleh negara selain negara RI, pinjaman yang dijamin dengan hak tanggungan, serta pinjaman polis.
Di lain sisi, rasio solvabilitas Prudential Indonesia juga masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari risk based capital (RBC)-nya yang berada di level 468%, atau jauh diambang batas minimum yang telah diatur oleh regulator yaitu 120%.

