Adopsi Teknologi Kian Masif, Ini Prediksi 5 Tren Pembayaran Digital untuk Bisnis di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Penggunaan teknologi dalam sistem pembayaran menjadi hal yang penting bagi para pelaku usaha atau bisnis saat ini. Bahkan, pada 2025 mendatang terdapat tren pembayaran digital yang semakin canggih dan dapat membuat memperluas pasar dan efisiensi operasional. Sebuah platform pembayaran ungkap lima tren pembayaran business to business (B2B) pada 2025.
Salah satu platform pembayaran bisnis atau invoicing digital, Paper.id menyampaikan lima tren pembayaran business to business (B2B) pada 2025 yang diprediksi membuat adopsi teknologi akan semakin masif.
Chief Product Officer dan Co-Founder Paper.id Jeremy Limman menyebutkan lima tren itu adalah otomasi manajemen piutang dan utang (AR/AP Automation), artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML), kartu virtual, pembayaran lintas batas dan keamanan proaktif dalam transaksi digital.
"Selama 2024, kami mengamati bahwa banyak pelaku bisnis di Indonesia terus mengadopsi teknologi untuk berbagai alasan, contonya meningkatkan sumber revenue," ucap Jeremy di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Baca Juga
Ia bahkan menjelaskan, pada studi terbaru menunjukkan bahwa Al memiliki potensi kontribusi sebesar US$ 336 miliar terhadap PDB Indonesia, dengan sekitar 24,6% perusahaan di Indonesia tercatat telah mengadopsi teknologi ini.
"Di tingkat global, pasar Al yang bernilai sekitar $136,55 miliar telah diadopsi oleh sebanyak 50% hingga 60% institusi. Kedua hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang belum sepenuhnya dioptimalkan ole pelaku bisnis Indonesia," ungkapnya.
"Atas dasar tantangan seperti ini, kami memprediksi adopsi Al maupun ML akan semakin diminati oleh pelaku bisnis untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang berkembang pesat," tambah Jeremy.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Aries Setiadi menyebutkan, 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi bisnis melalui adopsi teknologi keuangan.
"Di samping itu, inovasi dan keamanan siber harus berjalan beriringan untuk memastikan ekosistem digital yang berkelanjutan. Semangat kolaborasi dan komitmen in yang harus selalu kita jaga bersama demi masa dean ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif," papar Aries.

