UOB Indonesia Optimistis Cetak Pertumbuhan DPK Dua Digit di Tengah Kenaikan PPN
JAKARTA, investortrust.id - Meski pemerintah telah menetapkan kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% di tahun depan, UOB Indonesia optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan dua atau double digit dari sisi dana pihak ketiga (DPK) di 2025.
Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia Vera Margaret mengungkapkan, tren DPK akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menabung dan perencanaan keuangan jangka panjang.
“PPN naik menjadi 12%, tapi sekali lagi itu tidak menghilangkan kebutuhan masyarakat atas planning ke depannya. Tidak berarti karena ada PPN, yang menabung jadi lebih berkurang karena kebutuhan kita di masa depan akan semakin besar,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, Senin (2/12/2024).
Karena, menurut Vera, justru dengan kebutuhan masyarakat yang semakin besar, maka idealnya akan semakin besar pula porsi dana yang harus ditabung. Mungkin masyarakat perlu sedikit menyesuaikan pengeluaran tersier dan fokus pada kebutuhan prioritas, tetapi menabung harus tetap menjadi bagian dari prioritas.
Baca Juga
Menurutnya, hingga saat ini UOB Indonesia mencatatkan pertumbuhan DPK 10%-15%. Meskipun ada tekanan ekonomi yang mempengaruhi kemampuan menabung masyarakat kelas menengah ke bawah, tapi segmen menengah ke atas menunjukan peningkatan signifikan dalam aktivitas menabung mereka.
“Hingga tahun ini kita growth 10-15% (DPK). (Tahun depan) kita optimis (pertumbuhan DPK) double digit, tapi tidak double digit besar,” kata Vera.
Baca Juga
Dorong Kesadaran Masyarakat untuk Menabung, UOB Indonesia Gelar Program Savings Weeks
Pihaknya percaya, di tengah kondisi yang menantang justru membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya menabung dan mengelola keuangan mereka. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, UOB Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi.
“Ada kemungkinan (makan tabungan) kalau saya lihat, makanya penting sekali untuk masyarakat itu mengembangkan skill-nya. Karena pada saat mengembangkan skill maka kita akan mengembangkan penghasilan,” ucap Vera.

