Dirut BTN Usul Kredit Rp 480.000 per Bulan untuk RTLH di Perdesaan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Nixon LP Napitupulu mengusulkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan angsuran per bulan sekitar Rp 480.000 untuk membangun dan merenovasi rumah tak layak huni (RTLH) di perdesaan.
''Rumah-rumah, di desa-desa, yang nggak layak huni, untuk biaya renovasi atau bangun rumahnya itu angsurannya cuma Rp 480.000, kalau bisa tenornya 30 tahun. Jadi, ini sangat affordable bagi masyarakat di desa,'' kata Nixon saat ditemui di Menara BTN, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga
BTN Bukukan Kredit Rp 356 Triliun, Tumbuh 11,9% hingga September 2024
Menurut Nixon Napitupulu, usulan baru BTN itu ditujukan untuk mendorong penyaluran 800.000 unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi pada 2025.
''Ini masuk program 800.000 (KPR FLPP) sehingga nanti ada juga porsi yang bisa dibangun di desa,'' ujar Nixon.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir sebelumnya berharap ada regulasi yang dapat menyokong penyaluran 800.000 unit rumah dengan skema FLPP atau subsidi pada 2025.
Baca Juga
Dorong Inovasi Bisnis Perumahan, BTN Gelar Ajang Kompetisi Housingpreneur
''Tentu kami punya banyak pemikiran, salah satu yang paling berat adalah regulasi. Kalau BTN diberikan kesempatan pendanaan yang cukup, saya rasa BTN tidak kesulitan membangun 800.000 rumah (subsidi) secara supporting untuk finansial,'' kata Erick saat ditemui di Samesta Mahata Margonda, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/11/2024) lalu.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait baru-baru ini menjelaskan, pemerintah berencana menambah target penyaluran KPR dengan skema FLPP sebanyak 800.000 unit rumah pada 2025.

