Tranformasi Digital Bank Mandiri Lebih dari Sekadar Aplikasi
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membangun transformasi digital sejak tahun 2017. Strategi yang dilakukan lebih dari sekadar menciptakan aplikasi yang canggih, tapi juga membangun talenta digital dan infrastrukturnya.
VP Digital IT Experience and Strategy Bank Mandiri, Harry Sofri Putranda mengungkapkan, transformasi digital di Bank Mandiri sudah dibangun lebih dari lima tahun, yakni dari tahun 2017.
"Jadi memang perjalanannya itu nggak serta merta. Mungkin orang yang tahu Bank Mandiri, pasti relate-nya adalah ke Livin' sama Livin' Merchant," ujar Harry yang hadir secara virtual dalam acara Investortrust Focus Group Discussion Digital Banking Awards 2024 di Kantor Investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Harry menjelaskan, transformasi digital tidak semata-mata tentang membuat aplikasi, tapi juga harus mempersiapkan talenta digital maupun infrastruktur.
"Jadi yang kita bereskan pertama kali adalah bagaimana dari sisi infrastruktur Bank Mandiri. Core banking dan lain-lain itu memang dipersiapkan untuk bisa handle transformasi digital yang pastinya akan lebih masif dibandingkan banking secara konvensional," jelas Harry.
Lebih lanjut, dari sisi talenta, Harry menyebut, Bank Mandiri juga fokus untuk bisa mengejar dari sisi evolusi financial technology (fintech) yang sangat cepat. Terlebih, time to market (TTM) merupakan salah satu hal yang sangat penting.
Baca Juga
Super! Bank Mandiri Bawa Solusi Perbankan Digital dan Reward bagi Diaspora di Houston
"Jadi kita lihat juga bagaimana kita membangun kapabilitas dari tim digital kita, tim IT kita, supaya bisa semuanya dibangun secara in house, supaya mengejar time to market, makanya lebih cepat," ungkap Harry.
Di sisi lain, terkait dengan jangkauan Bank Mandiri, Harry membeberkan bahwa Bank Mandiri hingga saat ini sudah mempunyai 2.000 cabang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Dulunya lebih banyak (cabang), tapi sekarang kita sudah mulai stabil juga sekitar 2.000-an, 2.100," kata Harry.
Baca Juga
Bank Mandiri Borong Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital

