LPS: Investasi Generasi Muda Berperan Penting Bangun Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Lana Soelistianingsih menyebut generasi muda berperan penting dalam investasi untuk mendorong perekonomian Indonesia ke depan. Pesan ini disampaikan Lana saat membuka gelaran Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE It), di Mall Gandaria City, Jakarta.
“Memang kakak-kakak disinilah yang nantinya berperan penting di dalam mendorong perekonomian kita membangun ekonomi Indonesia yang lebih baik, yang lebih maju, yang menimbulkan kesejahteraan bagi masyrakat Indonesia,” kata Lana, Rabu (6/11/2024).
Lana menjelaskan berdasarkan data, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebesar 278,9 juta penduduk pada 2023. Angka ini diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 5% pada 2025 atau mencapai 284,4 juta penduduk.
Sebagian besar komposisi dari jumlah penduduk ini yaitu generasi Z. Lana menyebut generasi Z diibaratkan sebagai genset atau mesin pembangkit listrik dengan bahan bakar solar.
Baca Juga
LPS Jadikan Riset sebagai Masukan Utama dalam Menyusun Kebijakan
Dia mencatat generasi Z Indonesia sebanyak 28% dari total penduduk dan generasi milenial sebanyak 24%.
“Seperti itulah generasi Z ke depan, yang membangkitkan semangat. Menimbulkan aura yang lebih kuat lagi karena sebagai ‘genset’ itu bisa menambah ‘watt listrik’ kita” kata dia menggambarkan peran generasi Z ke depan.
Lana menjelaskan hasil survei dari literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan literasi keuangan penduduk Indonesia saat ini di level 65,4%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan di level 75%.
Baca Juga
Beroperasi Selama 19 Tahun, LPS Ungkap Telah Tangani 137 Bank
“Tentunya ini harus ditingkatkan lagi karena kita inginnya hampir semua masyarakat melek (literasi) keuangan, baik itu melek investasi, melek perbankan, dan mempunyai literasi keuangan yang sangat baik,” ujar dia.
Lana menyadari generasi milenial dan Z memiliki persamaan dalam penggunaan platform digital, teknologi, dan layanan digital dunia keuangan. Ini menjadi peluang dan tantangan yang perlu dioptimalkan dalam rangka pendalaman pasar keuangan ritel di Indonesia.

