Bos BNI Yakin Program Pemerintahan Prabowo-Gibran Bisa Dongkrak Kinerja Perbankan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI Royke Tumilaar yakin program pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat mendongkrak kinerja sektor perbankan.
“Seharusnya dengan program pemerintah yang sudah cukup clear bahwa hilirisasi dan ketahanan pangan kami yakin ini akan mendukung kinerja perbankan. Karena hilirisasi ini kan dapat meningkatkan nilai tambah dari produk-produk atau komoditi yang ada di Indonesia,” kata Royke dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal III BNI yang digelar secara daring, Jumat (25/10/2024).
Menurutnya, tentu hal ini akan banyak sekali peningkatan dari sisi kebutuhan modal atau kapital untuk mendukung pembangunan di hilirisasi termasuk dengan ketahanan pangan.
Baca Juga
Kredit BNI Tumbuh 9,5% Mencapai Rp 935 Triliun di Kuartal III 2024
“Jadi program pemerintah yang sekarang jelas tidak ada keraguan dari kami (BNI) untuk tidak mendukung karena itu, pasti jelas akan menambah nilai prospek dari kita untuk membiayai banyak pengusaha-pengusaha yang akan terlibat di dalam hilirisasi maupun untuk di ketahanan pangan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Royke menambahkan bahwa pihaknya tidak ada sama sekali keraguan dalam mendukung program tersebut. Hal itu sejalan dengan apa yang menjadi target perseroan untuk pertumbuhan baik di kredit maupun di pendanaan.
Baca Juga
Laba BNI Capai Rp 16,3 Triliun, Naik 3,5% di Kuartal III 2024
BNI juga terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan peluang ekspansi yang tersedia.
BNI juga melihat peluang pertumbuhan bisnis yang signifikan dan berkelanjutan sejalan dengan visi pemerintah terkait peningkatan PDB, pengentasan kemiskinan serta berbagai program sektoral meliputi infrastruktur, ketahanan energi dan pangan, pemberdayaan UKM, hilirisasi industri termasuk pertanian dan perikanan, serta program perumahan.
Optimisme terhadap kebijakan prioritas ekonomi pemerintahan baru yang diiringi dengan proses transisi yang berjalan lancar, diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan kredit di sektor perbankan di masa mendatang.

