Kredit BNI Tumbuh 9,5% Mencapai Rp 935 Triliun di Kuartal III 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI hingga akhir September 2024 berhasil menyalurkan kredit Rp 935 triliun, meningkat 9,5% dibandingkan pertumbuhan kredit di periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Adapun bank dengan kode emiten BBNI ini sempat menaikkan target pertumbuhan kredit 2024 menjadi berkisar 10-12% dari tadinya 9-11%. Revisi kredit seiring suburnya kredit BNI pada semester I 2024.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyebutkan, penyaluran kredit naik 9,5% YoY menjadi Rp 735 triliun ditopang oleh segmen berisiko rendah. Kredit korporasi bluechip, baik dari sektor swasta maupun BUMN serta institusi pemerintah, kredit konsumer, dan kontribusi dari perusahaan anak menjadi sumber pertumbuhan terbesar.
”Fokus transformasi kami tahun ini telah memperbaiki struktur dana pihak ketiga dan kami berharap diversifikasi sumber dana ini akan lebih baik lagi ke depan,” ujar Royke saat konferensi pers paparan kinerja kuartal III 2024 secara virtual di Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini merinci pertumbuhan kredit didorong oleh segmen korporasi yang mencatat kenaikan sebesar 15,1% YoY menjadi Rp 409,2 triliun.
Baca Juga
Laba BNI Capai Rp 16,3 Triliun, Naik 3,5% di Kuartal III 2024
Selain itu, segmen konsumer secara keseluruhan mencatat pertumbuhan 14,6% YoY menjadi Rp137 triliun, dengan kredit personal (payroll) dan kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai pendorong utama. Tahun ini untuk segmen menengah dan kecil masih difokuskan dalam hal perbaikan credit underwriting sehingga kedua segmen ini akan siap menjadi diversifikasi pertumbuhan kredit BNI di tahun depan.
Novita menambahkan, anak perusahaan BNI, seperti BNI Finance, telah menjadi mesin pertumbuhan baru. Salah satucontohnya adalah kolaborasi antara BNI dan BNI Finance dalam pembiayaan bersama (joint financing) untuk meningkatkan kredit segmen consumer, terutama untuk produk kredit kendaraan bermotor (KKB).
Kerja sama ini menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik, dengan penyaluran KKB mencapai Rp1 triliun per September 2024, naik dibandingkan periode 2023. Hal ini sesuai dengan strategi BNI untuk memperkuat sinergi antar anggota Grup BNI.
Sebagai hasil dari akselerasi kredit pada segmen berisiko rendah, kualitas aset BNI terus membaik, ditandai dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang berhasil dipertahankan di level 2% pada kuartal III 2024. Kredit berisiko atau loan at risk (LaR) membaik menjadi 11,8%, sehingga cost of credit (CoC) dapat dijaga di angka 1%. Beban provisi juga turun sebesar 19,7% YoY menjadi Rp 5,4 triliun.
Penyaluran kredit BNI yang sehat juga didukung oleh pertumbuhan dana CASA (giro dan tabungan). Per September 2024, CASA BNI mampu tumbuh 5,5% YoY terutama ditopang oleh tabungan yang mampu tumbuh solid 7,4% YoY.
Baca Juga
“Kami memproyeksikan semester II lebih baik dari kinerja semester I, yang datang dari dua faktor, yaitu pertumbuhan kredit dan cost of fund yang lebih terjaga,” kata Novita.
Sebelumnya BNI melaporkan kredit tumbuh subur hingga semester I tahun 2024, mencapai Rp 727 triliun atau naik 11,7% YoY, didukung oleh dua segmen utama: kredit korporasi dan kredit konsumen. Disampaikan bahwa kredit korporasi BBNI mendominasi portofolio kreditnya hingga 55% atau mencapai Rp 403,1 triliun pada semester I tahun 2024.
“Kredit korporasi ini terdiri dari BUMN dan swasta, dan merupakan segmen yang berisiko rendah. Kami menyebutnya top tier segment,” sebut Novita.

