Strategi “Rebalancing” CIMB Niaga (BNGA) Berjalan Mulus
JAKARTA, investortrust.id – Strategi rebalancing (menyeimbangkan kembali) segmentasi kredit yang diterapkan PT Bank CIMB Niaga Tbk berjalan mulus. Hal itu dibuktikan oleh tetap terjaganya kualitas kredit dan terus bertumbuhnya jumlah nasabah ritel. Profitabilitas bank bersandi saham BNGA itu juga tetap moncer.
“Kami shifting ke segmen nasabah ritel (termasuk UMKM dan konsumer). Kami melakukan rebalancing. Pada 2019, porsi kredit ritel dan UMKM cuma 23-24% dari total kredit, sekarang sudah 45,5%. Strategi kami on the right track,” kata Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan dalam silaturahmi dengan pimpinan media massa di Jakarta, Senin (7/10/2024).
Baca Juga
CIMB Niaga Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp 56,4 Triliun di Semester I 2024
Lani menjelaskan, berbagai indikator kualitas aset CIMB Niaga hingga Juni 2024 membaik dibandingkan periode sama 2023 (year on year/yoy). Kredit yang direstrukturisasi turun dari 5,1% menjadi 3,6%, sedangkan kredit dalam perhatian khusus berkurang dari 5,7% menjadi 4,5% terhadap total kredit.
Pada periode yang sama, menurut Lani Darmawan, kredit bermasalah (non performing loans/NPL) CIMB Niaga turun dari 2,5% menjadi 2,1%. Begitu pula kredit berisiko (loan at risk/LAR), menyusut dari 13,3% menjadi 10,2% terhadap total kredit.
Laporan keuangan CIMB Niaga menunjukkan, biaya kredit (cost of credit/COC) bank tersebut membaik dari 1,8% pada kuartral II-2023 menjadi 1% pada kuartal II-2024. Sejalan dengan itu, NPL coverage turun dari 261,9% menjadi 253,1%, meski LAR coverage meningkat dari 49,2% menjadi 52,5%.
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) Catat Laba Rp 4,37 Triliun per Agustus 2024, Simak Target Harga Sahamnya
Berdasarkan laporan keuangan CIMB Niaga, dana murah yang dihimpun sebagai dana pihak ketiga (DPK) alias current account saving account (CASA) naik 7,4% (yoy) dari Rp 151,61 triliun (Juni 2023) menjadi 162,89 triliun (Juni 2024). Hingga kuartal II-2024, laba sebelum pajak bank swasta terbesar kedua di Indonesia itu tumbuh 5,8% dari Rp 4,15 triliun menjadi Rp 4,39 triliun (yoy).
Lani Darmawan mengungkapkan, total CASA Bank CIMB Niaga hingga kuartal II-2024 mencapai Rp 162,89 triliun. Dari jumlah itu, komposisi CASA ritel (termasuk segmen UMKM dan konsumer) sekitar 62,6%, tumbuh 4,1% (yoy). Komposisi CASA CIMB Niaga saat ini terdiri atas korporasi 28,1%, komersial 9,3%, UMKM 16,3%, dan konsumer 46,3%.
Lani mengakui, di tengah kebijakan uang ketat (tight money policy) saat ini, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank-bank di Tanah Air menurun. “NIM CIMB Niaga juga turun menjadi 4,22% pada kuartal II-2024 dibanding 4,61% pada 2023,” tutur dia.
Tak Naikkan Suku Bunga Kredit
Menurut Lani Darmawan, penurunan NIM dimungkinkan karena CIMB Niaga tidak agresif menaikkan suku bunga kredit di tengah tingginya biaya dana (cost of fund/COF) akibat rezim suku bunga tinggi.
Dia menambahkan, CIMB Niaga juga tidak jorjoran mengumbar kredit saat perekonomian nasional melambat. Itu sebabnya pula, rasio penyaluran kredit terhadap DPK (loan to deposit ratio/LDR) CIMB Niaga turun dari 86% (Juni 2023) menjadi 85,7% (Juni 2024).
“Kami tetap menjaga prinsip prudential banking di tengah tren suku bung ketat, sehingga kualitas aset tetap terjaga saat kami melakukan rebalancing,” tegas dia.
Lani mencontohkan, kredit ritel CIMB Niaga tumbuh 6,9% hingga Juni 2024 (yoy) di tengah terus membesarnya porsi kredit untuk segmen tersebut.
Baca Juga
Lani Darmawan optimistis kinerja CIMB Niaga bakal semakin kinclong. Soalnya, ke depan, tren suku bunga diproyeksikan turun dan perekonomian membaik. "Apalagi kita tak lama lagi punya pemerintahan baru,” ujar dia.
Lani mengemukakan, sejelan dengan rencana penurunan suku bunga The Fed, Bank Indonesia (BI) digadang-gadang bakal memangkas suku bunga acuan, BI-Rate, sebesar 50 bps hingga akhir tahun. BI-Rate saat ini berada di level 6%. “Penurunan suku bunga adalah angin segar bagi perbankan,” tandas dia.

