Hingga Agustus 2024, Generali Bayar Rp 866,5 Miliar untuk 189.000 Klaim
JAKARTA, investortrust.id - Pada periode Januari-Agustus 2024, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) telah membayarkan jumlah klaim sebesar Rp 866,5 miliar kepada lebih dari 189.000 kasus.
Head of Corporate Communications Generali Indonesia Windra Krismansyah mengungkapkan, total klaim tersebut meningkat 13,8% secara year on year (yoy) yang terdiri dari klaim meninggal dunia, klaim kesehatan, dan klaim penyakit kritis.
“Dari total klaim ini, 79%-nya merupakan klaim kesehatan. Terus meningkat pembayaran klaim, khususnya pada klaim kesehatan yang membuktikan masih tingginya risiko kesehatan yang dibarengi tingginya inflasi medis,” ujar dia, dalam keterangannya, Selasa (10/9/2024).
Baca Juga
Rayakan HUT ke-16, Generali Indonesia Gelar Donor Darah di Sejumlah Daerah
Menurut Windra, di tengah inflasi medis saat ini, risiko penyakit kritis juga terus meningkat. Dalam tren global, kasus kanker yang menyerang usia muda yaitu di bawah 50 tahun itu meningkat 79%, lalu anak muda juga saat ini rentan terhadap penyakit penyusutan otak, darah tinggi, diabetes, dan stroke.
Terkait kanker, lanjut dia, Generali Indonesia juga menunjukan komitmennya dalam pembayaran klaim. Yang teranyar, perusahaan membayar klaim perawatan senilai Rp 4,5 miliar bagi salah satu nasabah di Semarang yang terdiagnosa kanker paru dan harus menjalani serangkaian pengobatan.
“Nasabah selalu menjadi prioritas kami, dan seluruh aspek yang terkait dengan nasabah selalu menjadi perhatian kami, termasuk pembayaran klaim,” kata Windra.
Baca Juga
Perkuat Bancassurance, Generali Indonesia dan Bank Victoria Rilis Produk Baru
Ia berharap dengan pengalaman kurang mengenakan dari sejumlah nasabah, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi. Khususnya di tengah risiko kesehatan dan inflasi medis yang tinggi.
“Dengan adanya proteksi asuransi, nasabah akan terlindungi secara finansial jika terjadi risiko sakit dan bisa tetap fokus menjalani pengobatan dan proses penyembuhan,” ucap Windra.

