Begini Jurus BNI Untuk Genjot Pertumbuhan Bisnis di Segmen Konsumer
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) saat ini fokus menggenjot bisnis dari segmen konsumer. Pasalnya, segmen konsumer ditargetkan menjadi motor pertumbuhan bisnis terbesar kedua bagi bank berkode emiten BBNI ini.
“Fokus kedua adalah di kredit konsumer. Segmen konsumer tumbuh 15,1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 132,7 triliun, terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan kepemilikan rumah dan personal loan,” ujar Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini, dalam Public Expose Live 2024, secara virtual, Jumat (30/8/2024).
Melalui agenda transformasi, lanjutnya, BNI juga melakukan penajaman fokus bisnis dan perbaikan proses bisnis yang memungkinkan segmen konsumer ini menjadi pilar pertumbuhan kedua setelah segmen korporasi.
Menurut Novita, segmen konsumer di BNI berhasil tumbuh rata-rata 12% sejak 2020. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit secara bankwide yang hanya tumbuh secara rata-rata 8% pada periode yang sama.
Baca Juga
“Di semester I 2024, segmen konsumer mampu tumbuh 15,1% didorong oleh payroll loan dan kepemilikan rumah atau mortgage dengan pertumbuhan masing-masing 17% dan 12% yoy,” katanya.
“Saat ini kami memiliki posisi yang kuat di industri ini, karena produk-produk utama seperti KPR atau BNI Griya, kemudian personal loan serta kartu kredit BNI ini menempati posisi top 3 dan top 4 di industri,” lanjutnya.
Baca Juga
Mantap! BNI Masuk Jajaran Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Fortune
Ke depannya, sambung Novita, BNI memiliki aspirasi untuk semakin memperkuat posisinya di segmen konsumer serta menjadikan produk layanan konsumer ini menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat.
“Salah satu kunci pertumbuhan yang kuat di segmen konsumer adalah optimalisasi bisnis dari ekosistem nasabah korporasi kami, serta memperdalam bisnis dari kemitraan dengan top developer di Indonesia,” ucapnya.
Upaya tersebut salah satunya sudah terefleksi dengan meningkatnya ticket size kredit pemilikan rumah (KPR) BNI. Di mana, pada 2020 rata-rata KPR debitur BNI hanya di kisaran Rp 500 juta, kemudian meningkat menjadi rata-rata sekitar Rp 782 juta per Juni 2024.
“Peningkatan ini tentunya mengindikasikan bergesernya segmen nasabah KPR BNI menjadi lebih tinggi dalam hal kapasitas kredit, dan juga repayment capacity-nya lebih baik,” ujar Novita.
Sekadar informasi, kredit konsumer BNI tumbuh 15,1% yoy menjadi Rp 132,7 triliun hingga semester I 2024. Beberapa kontributor pertumbuhan bisnis adalah KPR dan personal loan. “Ke depan kami terus berupaya memperkuat proposisi bisnis konsumer kami sebagai lifetime banking partner,” kata Novita.

