Laba Bersih Bank Mandiri hingga Juli Capai Rp 29,2 Triliun, Naik 6,5%
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih Rp 4,6 triliun pada Juli 2024. Laba bersih bank only tersebut turun 8,8% secara bulanan atau month on month (Mom), namun naik 3,2% secara tahunan atau year on year (YoY).
Hasil ini membuat laba bersih selama tujuh bulan awal di tahun 2024 tumbuh menjadi Rp 29,2 triliun atau naik 6,5% YoY. Performa tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit yang menguat, meski likuiditas mengetat. Lalu credit cost yang masih terjaga baik, serta net interest margin (NIM) menguat, meski pre provision operating profit (PPOP) turun akibat net interest income (NII).
“BMRI masih melanjutkan momentum pertumbuhan kredit dengan menguat 1,7% MoM dan 23,4% YoY pada Juli 2024 versus Juni naik 21,5% YoY, jauh melampaui guidance 2024 manajemen yang di level 16–18%,” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Rahmanto Tyas Raharja dalam risetnya, dikutip Jumat (30/8/2024).
Di sisi lain, rasio loan to deposit (LDR) naik ke level 93,9% pada Juli 2024, seiring pertumbuhan DPK yang tumbuh 12,9% YoY, yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan DPK sendiri ditopang oleh pertumbuhan CASA, dengan CASA Ratio meningkat ke level 80,3%.
Baca Juga
Bank Mandiri Fasilitasi Pembukaan Rekening Menggunakan KMILN Bagi Diaspora
Sementara credit cost (CoC) pada Juli 2024 mencapai 0,7%, sehingga CoC selama tujuh bulan 2024 membaik ke level 0,8%. Realisasi ini lebih baik dari arahan 2024 manajemen di kisaran 1–1,2%. Terjaganya CoC tercermin pada beban provisi selama tujuh bulan 2024 yang cenderung stabil di level Rp 5,4 triliun atau naik 1,6% YoY akibat pertumbuhan kredit yang tinggi.
NIM pada Juli 2024 mencapai 4,7%, meningkat secara bulanan. Hasil ini membuat NIM hingga Juli menjadi 4,7%, masih di bawah arahan 2024 manajemen di kisaran 5–5,3%. Dari level operasional, BMRI masih dapat mencatatkan pertumbuhan NII secara bulanan dan tahunan. Di sisi lain, PPOP pada Juli 2024 turun 8,7% MoM, kendati masih tumbuh 7,7% YoY.
Baca Juga
KPR Hijau Bank Mandiri Fasilitasi Perumahan Berwawasan Lingkungan
“Penurunan PPOP secara bulanan ditekan oleh penurunan NII, utamanya akibat penurunan pendapatan dividen dari anak usaha yang turun 58% MoM. Meskipun dividen dari anak usaha termasuk ke dalam NII dalam laporan keuangan bank only, perlu diketahui bahwa pendapatan ini akan tereliminasi pada laporan keuangan konsolidasi,” kata Rahmanto.

