Dihadang Berbagai Tantangan, OJK Optimistis Sektor Perasuransian Tumbuh Positif
JAKARTA, investortrust.id - Industri perasuransian nasional menghadapi tantangan yang tidak mudah, mulai dari dampak tensi geopolitik yang memanas, hingga daya beli kelas menengah yang berpotensi makin rendah termasuk dalam membeli asuransi. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis sektor asuransi tetap mencatatkan pertumbuhan ke depan.
“Memang betul faktor tersebut akan berdampak pada industri asuransi di Indonesia. Tapi kalau kita lihat dari tren ke depan, saya optimistis pertumbuhan positif akan terus berlanjut dengan baik,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, ketika ditemui Investortrust, di Gedung Wisma Mulia 2, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Baca Juga
Hal tersebut, lanjutnya, didorong oleh berbagai pembenahan yang dilakukan industri ini dalam dua tahun belakangan, seperti perbaikan dari sisi internal masing-masing perusahaan, serta perbaikan produk dan proses penjualan. Termasuk juga regulasi yang dikeluarkan oleh OJK dalam rangka penguatan permodalan, perbaikan tata kelola, manajemen risiko, saluran distribusi, dan lainnya.
Dari sisi kinerja juga sudah mencatatkan perbaikan, di mana asuransi dan reasuransi mencatatkan pertumbuhan premi 16,46% secara tahunan menjadi Rp 77,20 triliun di semester I-2024. Di periode yang sama, industri asuransi jiwa juga menorehkan pertumbuhan premi 2,29% menjadi Rp 87,99 triliun.
Sementara, tiga indikator penting yang menunjukan kondisi kesehatan asuransi juga terjaga dengan baik. Dari sisi risk based capital (RBC) misalnya, asuransi jiwa berada di level 430%, serta asuransi umum dan reasuransi sebesar 320%.
“Lalu, rasio kecukupan investasi itu batasnya kan 100%, dari asuransi umum dan reasuransi 179% dan asuransi jiwa 134%. Demikian pula untuk rasio likuiditas, ketentuannya di atas 100%, dimana asuransi umum 146% dan asuransi jiwa 136%,” kata Ogi.
Baca Juga
Reli Wall Street Berlanjut, S&P 500 Catat Pekan Terbaik Sepanjang 2024
Artinya, dari tiga indikator tersebut mencerminkan kapasitas atau kemampuan perusahaan asuransi untuk terus bertumbuh. “Kami memonitor bahwa pertumbuhan (bisnis asuransi) akan terus berlanjut di tahun 2024 dan mudah-mudahan di 2025,” ucapnya.

