Meski Dihadapkan Berbagai Tantangan, OJK Optimistis Kinerja Sektor PVML Tumbuh Positif hingga Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Meski dihadapkan oleh berbagai tantangan, termasuk dinamika ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) tetap positif hingga akhir 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, secara keseluruhan penyaluran pembiayaan di PVML tumbuh 5,06% secara year on year (yoy) menjadi Rp 973,78 triliun per September 2025.
“Sektor PVML diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun, meski dihadapkan berbagai tantangan antara lain dinamika ekonomi,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga
Pembiayaan Tumbuh 5,06%, OJK Optimistis Sektor PVML Tetap Positif hingga Akhir Tahun
Agusman mengatakan, laba industri perusahaan pembiayaan (multifinance) tumbuh 10,54% secara month to month (mtm) menjadi Rp 16,14 triliun. Pertumbuhan laba tersebut antara lain didukung oleh peningkatan pendapatan pembiayaan.
Data OJK menunjukkan, hingga September 2025, piutang pembiayaan multifinance tumbuh 1,07%, dari Rp 501,78 triliun pada September 2024 menjadi Rp 507,14 triliun. Kemudian rasio pembiayaan macetnya terjaga, tercermin dari non performing financing (NPF) gross berada di level 2,47% per September 2025 atau turun dari 2,62% di periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Punya Potensi Besar, OJK Dorong Industri PVML Garap Peluang di Segmen Syariah
Sementara itu, menjelang akhir tahun, sejumlah promo dan program penjualan dari pelaku usaha otomotif turut mendukung peningkatan pembiayaan. OJK mencatat, piutang pembiayaan yang terafiliasi dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) tumbuh 6,82% (yoy) menjadi Rp 228,52 triliun per September 2025.
“Promo jelang akhir tahun tentunya dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan di industri multifinance,” kata Agusman.

