Melonjak, Emiten Perbankan Beri Dividen Terbesar Rp 58,24 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan emiten-emiten lima sektor telah membagikan dividen besar hingga Agustus 2024. Emiten perbankan menempati posisi pemberi dividen terbesar mencapai Rp 58,24 tiliun.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan nilai dividen saham perbankan meningkat 15,17%, dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp 50,57 triliun. "Artinya, sektor finansial (perbankan) membagikan angka yang lebih besar di tahun 2024, di mana setengah tahunnya saja sudah melebihi satu tahun di tahun 2023," kata Samsul dalam Konferensi Pers Pembukaan Perdagangan Sesi Kedua dalam Rangka 47 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (12/8/2024).
Samsul mengatakan bahwa sektor finansial dan perbankan merupakan sektor yang banyak melakukan kegiatan korporasi dan memberikan hasil atau return besar bagi Indonesia.
Baca Juga
Laba BRI Setara Modal Inti Bank KBMI III, Simak Kontribusi AgenBRILink dan BRImo
Lebih lanjut, Samsul bilang, sektor energi memberikan dividen sebesar Rp 30,86 triliun. Namun, angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2003, dengan total distribusi dividen yang diberikan oleh sektor energi sebesar Rp 56,2 triliun.
Kemudian, kata dia, sektor industrial, multisektor. dan holding membagikan dividen Rp 7,83 triliun, turun dibandingkan pada tahun 2023 Rp 11,79 triliun. Lalu, sektor industrial integrasi memberikan dividen tahun 2024 sebesar Rp 7,36 triliun, naik dari tahun 2023 yang membagikan Rp 6,88 triliun.
"Artinya, dividen tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun 2023. Ini karena kan baru setengah tahun," ujar Samsul.
Baca Juga
Cum Date Hari Ini, Jangan Terlewat Peluang Dividen Bank Mandiri (BMRI)
Sementara sektor industrial wireless dan telecommunication service sudah membagikan Rp 3,73 triliun. Angka ini juga menurun dibanding tahun 2023 sebesar Rp 4,2 triliun.
"Selain itu, untuk sektor yang menerbitkan efek bersifat syariah dan sukuk (EBUS) terbanyak adalah financial atau consumer financing, dengan nilai Rp 23,26 triliun per Agustus 2024. Ini meningkat dari tahun lalu Rp 28,77 triliun 2023," ujarnya.
KSEI, lanjut dia, menjadi salah satu lembaga yang mendistribusikan dividen maupun bunga yang harus diberikan kepada para pemegang saham maupun pemegang surat hutang.

