BRI Andalkan Kecerdasan Buatan untuk Humanisasi Layanan Digital
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus berkomitmen untuk berinovasi. Komitmen ini sejalan dengan rencana besar BRI menjalankan transformasi digital untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat, terutama di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memacu hampir seluruh industri untuk berlomba-lomba dalam pemanfaatannya. BRI pun mengandalkan AI untuk terus bertransformasi dalam upaya meningkatkan layanan digital.
Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha, mengatakan, BRI termasuk bank yang sangat dekat dengan teknologi. “Kami adalah industri yang sangat dekat dengan teknologi. AI adalah cara kami untuk bisa menghumanisasi layanan-layanan kami terutama layanan digital,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Cuan di Bulan Ramadan, BBRI Bayarkan Dividen Tunai Rp35,43 Triliun
Salah satu aspek yang menjadi perhatian BRI adalah bagaimana menghadirkan layanan perbankan yang lebih humanis, terutama bagi segmen usaha, menengah, kecil, dan mikro (UMKM) yang merupakan pangsa pasar utama perusahaan. Meskipun telah melek digital, mereka masih merasakan keengganan dan kecemasan saat berinteraksi dengan layanan keuangan.
“Dengan keahlian kami di bidang microfinance, kami melihat bahwa kami harus melayani masyarakat di segmen yang lebih bawah, kami lihat AI adalah cara kami untuk menghumanisasi layanan-layanan kami, utamanya yang digital,” imbuhnya.
Ketika BRI melakukan riset beberapa tahun lalu, perseroan mendapati ciri khas dari masyarakat lower economic segment adalah mereka yang sudah melek digital, tapi terdapat keengganan dari mereka pada saat bertransaksi atau berinteraksi dengan perbankan, finansial, dengan teknologi.
Baca Juga
Safari Ramadan di Jateng dan Sulsel, BRI Gelar Pasar Murah 2.000 Paket Sembako
“Mereka kenal dengan Instagram, dan media sosial lain, tapi ketika bertransaksi keuangan, mereka ada kecemasan. Ini yang dijembatani dengan teknologi, dan kami lihat AI bisa melengkapi teknologi ini supaya lebih humanis. Termasuk bagaimana mengenalkan ke perangkat chatbot AI kami, Sabrina misalnya. Ini cara-cara kami untuk menghumanisasi layanan-layanan digital,” ujar Arga.
Perseroan juga akan terus melakukan eksplorasi penggunaan AI sebagai upaya untuk mendorong kinerja. “Kami menggunakan AI sama seperti banyak pihak lain, utamanya untuk mencari peluang peningkatan kinerja, dan mencari peluang menurunkan biaya, efisiensi, optimalisasi banyak hal,” pungkas Arga.
Baca Juga
Kisah Inspiratif Desa Ibru, Pemenang Desa BRILian Paling Inovatif dan Digitalisasi Terbaik

