Adakami: Digitalisasi Jadi Peluang, Tapi Ada Tantangan Kejahatan Siber
JAKARTA, investortrust.id - Ketika memasuki dunia yang serba digital, industri keuangan akan mendapatkan peluang sekaligus tantangan, salah satunya kejahatan siber. Demikian Public Officers PT Pembiayaan Digital Indonesia atau Adakami, Karissa Sjawaldi.
“Peluang untuk kenaikan ekonominya tinggi tapi tantangan kejahatan sibernya pun juga tinggi. Jadi harus sama-sama paralel,” jelas Klarissa dalam Konvergensi Investortrust di kantor Investortrust, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Oleh sebab itu, ketahanan siber menjadi prioritas suatu negara, terkait pentingnya untuk melindungi keamanan ekonomi dan informasi. Terlebih, hampir seluruh masyarakat saat ini sudah memanfaatkan digitalisasi dalam kegiatan produktif maupun transaksi keuangan, seperti penggunaan fitur QRIS dalam pembayaran.
“Indonesia dari sisi pengguna sudah masuk ke digital dan semua orang bicara digitalisasi. Mulai dari pemerintah sampai masyarakat. Indonesia emas 2045 pun bicaranya digital,” ungkapnya.
Baca Juga
Waspada Kejahatan Siber, AdaKami Ingatkan Pentingnya Menjaga Data Pribadi
Ia menjelaskan, bahwa transformasi digital juga harus didorong bersamaan dengan keamanan siber menyusul tingginya risiko pencurian data dan pencurian dana melalui data-data yang bisa diambil secara siber.
Lebih lanjut, menurut data yang diperoleh dari Patroli Siber, jumlah kejahatan siber terus meningkat dalam periode Januari - Mei 2024. Penipuan online 36,62% dengan jumlah laporan 14.495, pemerasan online 21,76% dengan jumlah laporan 8.614, pencemaran nama baik 16,56% dengan jumlah laporan 6.556 dan sisanya ancaman pencemaran dan kejahatan lainnya.
“Jadi itu adalah contoh-contoh kenapa urgensinya itu sangat tinggi untuk kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar dia.
Oleh sebab itu, Karissa menegaskan pentingnya melakukan mitigasi risiko siber untuk menekan tantangan kejahatan siber. “Kita sebagai individu itu sadar akan pentingnya keamanan siber, perlindungan data pribadi. Pentingnya menjaga privasi atas segala data-data personal masyarakat,” tuturnya. (CR-4)

