Bappepti Catat 35 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto dan Terbitkan Izin 545 Koin
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatatkan hingga saat ini terdapat 35 calon pedagang fisik aset kripto yang terdaftar.
“Segera kami minta disleseaikan prosesnya sehingga dapat segera menjadi pedagang aset fisik kripto,” ujar Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Dr. Ir. Kasan, MM dalam acara Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 di Jakarta, Kamis (2/4/2024).
Selain itu, Bapeppti juga telah menerbitkan izin terhadap 545 jenis koin aset kripto.
“Ini yang sudah terdaftar, kita akui dan sudah kita terbitkan, kita harapkan jumlah ini terus bertambah dan dapat menjadi momentum bagi Indonesia agar aset kripto kita terus berkembang,” tambahnya.
Baca Juga
Nilai Transaksi Kripto di Tokocrypto Melonjak 142% di Periode Februari-Maret
Di sisi lain, transaksi aset kripto pada kuartal I-2024 tah mencapai Rp 158,8 triliun. Angka ini meningkat hampir 400% lebih dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.
Lebih lanjut, jumlah pelanggan aset kripto saat ini di Indonesia telah mencapai 19,74 juta orang. “Ini satu kemajuan yang juga cukup signifikan,” ujar Kasan dalam acara Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 di Jakarta, Kamis (2/4/2024).
Ketua Umum Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia Robby juga memaparkan bahwa minat bertransaksi aset kripto sangat tinggi, yang terlihat dari ragam token maupun aset yang diperjual belikan saat ini. Adapun aset kripto yang paling banyak ditransaksikan saat ini adalah Bitcoin, Tether, Ethereum, Render, dan Solana.
Di sisi lain, segi regulasi industri kripto di Indonesia juga semakin komprehensif dengan dukungan yang luar biasa dari para regulasi agar terciptanya iklim industri yang sehat bagi pelaku usaha dan aman bagi para investor.
Baca Juga
TRIV Gelar Acara Kripto Terbesar Bitcoin Halving "Go Big or Go Home" di Surabaya
“Pada tahun 2023, kerangka regulasi Indonesia untuk Web3 dan Kripto masih berkembang dimana pemerintah terus mengambil sikap proaktif terhadap pasar Web3,” jelas Robby.
Sehingga, hadirnya Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 ini dapat menafigasi keperluan industri yang dapat menjadi perhatian pemerintah serta mendorong masyarakat untuk berkolaborasi mengembangkan industri ini.

