Bos BTN Beberkan Update Terbaru Rencana Merger BTN Syariah dengan Bank Muamalat
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membeberkan kabar terbaru terkait rencana penggabungan usaha alias merger antara BTN Syariah dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
"Belum selesai, diawal-awal memang ada keterlambatan data yang kami terima sehingga KAP (Kantor Akuntan Publik) mengumpulkan datanya kelamaan, ada kemoloran. Jadi belum selesai," ujar Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Per 31 Maret 2024 di Menara BTN, Jakarta, Kamis (25/4/2024).
Adapun kata Nixon, terkait keterlambatan tersebut, bank dengan kode emiten BBTN tersebut pun belum bisa mengambil keputusan dalam persetujuan untuk mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
"Jadi kami belum bisa ambil keputusan karena kami, datanya belum selesai," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nixon memastikan pihaknya telah menyiapkan dana. Di mana, dana tersebut berasal dari ekuitas milik BTN Syariah yang tercatat sebagai RAK Kantor.
"Itu ada di sana duitnya sekitar Rp 6 triliun," kata Nixon.
Namun demikian, Nixon mengaku jumlah uang yang akan digunakan untuk akuisisi belum dapat dipastikan.
"Belum tahu, kan belum tentu dipakai semua buat itu juga. Kami juga pilih pasti yang paling murah," imbuhnya

