Laba Bank UOB Turun Gara-gara Akuisisi Bisnis Consumer Citibank
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank UOB Indonesia mencatatkan perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp 674,96 miliar pada 2023. Jumlah ini menurun 29,07% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 951,56 miliar. Penurunan laba ini gara-gara UOB mengakuisisi bisnis consumer Citibank.
Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan mengatakan, penurunan laba tersebut merupakan imbas dari peningkatan biaya-biaya yang timbul usai proses akuisisi bisnis consumer banking Citibank Indonesia.
“Ada penurunan. Karena imbas dari akuisisi jadi biaya-biayanya meningkat. Jadi kita meningkatkan biaya-biaya,” ujarnya, ketika ditemui di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Jika merujuk laporan keuangan publikasi di website, penurunan laba tersebut disebabkan oleh meningkatnya beban operasional, dari Rp 3,80 triliun pada 2022 naik 31,98% menjadi Rp 5,02 triliun di tahun lalu.
Seperti diketahui, UOB Indonesia telah merampungkan akuisisi bisnis consumer banking Citibank Indonesia pada November 2023 lalu. Dari akuisisi tersebut, UOB Indonesia mendapatkan tambahan 1.000 karyawan baru dan satu juta nasabah baru dari Citibank Indonesia.
Baca Juga
Gandeng Garuda, UOB Indonesia Luncurkan Kartu Kredit bagi Wisatawan
Kemudian, dari sisi penyaluran kredit, total kredit yang dicatatakan UOB Indonesia di tahun lalu sebesar Rp 83,97 triliun atau tumbuh negatif 1,78% dibanding 2022 yaitu Rp 85,50 triliun. “Saya lupa (pertumbuhannya), tapi masih flatish di tahun lalu,” kata Hendra.
Meski begitu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun UOB Indonesia tumbuh 4,71% menjadi Rp 119,28 triliun di tahun lalu, dibanding tahun 2022 yang tercatat Rp 119,28 triliun.
Sementara di tahun ini, Hendra berharap seluruh pos keuangan UOB Indonesia seperti kredit, DPK, dan laba dapat mencatatkan pertumbuhan positif. Namun ia tidak mau menyebutkan target pertumbuhan tersebut secara detail. “Kita harapkan semuanya tumbuh,” pungkasnya.
Baca Juga
UOB Indonesia Tuntaskan Akuisisi Bisnis Konsumer Citi Indonesia

