OJK Catat Premi Asuransi Tumbuh 2,61% Jadi Rp 252,8 Triliun per September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pendapatan premi industri asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa, serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,61%, dari Rp 246,34 triliun pada September 2025 menjadi Rp 252,80 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun secara umum tetap stabil dan terjaga,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Oktober 2026, secara daring, Kamis (5/11/2026).
Ogi merinci, premi asuransi jiwa tumbuh 6,58%, dari Rp 132,85 triliun pada September 2025 menjadi Rp 141,59 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Serta premi asuransi umum dan reasuransi yang sedikit terkontraksi sebesar 2,04% secara year on year (yoy) dengan nilai sebesar Rp 111,18 triliun,” katanya.
Baca Juga
OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Sektor Asuransi dan Dana Pensiun di Forum OECD
Meski begitu, lanjut Ogi, kondisi permodalan industri asuransi masih terjaga di level yang solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di posisi 471,95%, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang berada di angka 331,84%.
“Masih di atas threshold sebesar 120%,” ucapnya.
Sementara itu, total klaim asuransi komersial per September 2026 tercatat Rp 170,47 triliun atau meningkat 6,66% (yoy). Dari sisi total aset, asuransi komersial mencatat nilai aset Rp 976,78 triliun pada atau naik 1,90% (yoy).
Baca Juga
AIA Bidik Potensi Pasar Asuransi Syariah, Perkuat Bisnis Lewat Entitas Baru
Kinerja Asuransi Non Komersial
Dari sisi asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan; serta Program Asuransi di ASN, TNI, dan Polri, terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mencatatkan total aset Rp 216,06 triliun pada September 2026.
“Atau terkontraksi sebesar 2,97% (yoy),” ujar Ogi.
Jika dirinci, nilai premi asuransi non komersial mencapai Rp 153,32 triliun per September 2026 atau tumbuh 6,72% (yoy). Sementara itu, total klaimnya sebesar Rp 159,69 triliun atau meningkat 8,17% (yoy).
