Bank Mandiri (BMRI) Bidik Momentum Ekspansi Dunia Usaha di Akhir 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membidik momentum ekspansi dunia usaha menjelang akhir 2026 hingga memasuki 2027. Optimisme tersebut ditopang prospek sejumlah sektor ekonomi.
Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama mengungkapkan, pertumbuhan kredit industri perbankan masih menunjukkan kinerja yang kuat.
“(Pertumbuhan kredit) mencapai 13,3% secara year on year (yoy) pada September 2026, melampaui pertumbuhan undisbursed loan sebesar 7,91% (yoy),” ujarnya dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2026 Bank Mandiri, secara daring, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Perkuat Fitur Livin’ dan Kopra, Keamanan Transaksi Jadi Prioritas
Sejalan dengan kondisi tersebut, lanjut Timothy, rasio undisbursed loan (kredit nganggur) terhadap total plafon kredit turun 84 basis poin secara tahunan menjadi 21,7%.
“Mengindikasikan pemanfaatan fasilitas kredit yang membaik,” katanya.
Menurut Timothy, fasilitas kredit yang belum dicairkan tetap menjadi ruang bagi Bank Mandiri untuk mendukung kebutuhan operasional maupun ekspansi bisnis nasabah.
“Pemanfaatannya mengikuti rencana usaha, sehingga pencairan berjalan sesuai kebutuhan dana dan tahapan investasi,” ucapnya.
Pada kredit investasi misalnya, lanjut Timothy, penarikan fasilitas mengikuti perkembangan proyek, pengadaan peralatan, hingga pemenuhan persyaratan pencairan. Sementara itu, penggunaan kredit modal kerja menyesuaikan siklus produksi dan penerimaan pembayaran perusahaan.
“Dengan mempertimbangkan permintaan pasar, biaya pendanaan, serta kas internal nasabah,” ujarnya.
Baca Juga
Bidik 4,2 Juta Nasabah, Bank Mandiri (BMRI) Andalkan Emas untuk Dongkrak Fee Based Income
Di lain sisi, Bank Mandiri tetap memperhatikan aspek risiko dalam mendorong realisasi fasilitas kredit tersebut. Kesiapan proyek, kondisi arus kas, dan kemampuan bayar debitur menjadi pertimbangan agar pencairan kredit dapat mendukung pengembangan usaha tanpa mengabaikan kualitas kredit.
Memasuki penghujung 2026 dan sepanjang 2027, kata Timothy, Bank Mandiri melihat peluang ekspansi dunia usaha masih cukup terbuka. Sektor telekomunikasi dan kesehatan dinilai memiliki prospek yang baik, sedangkan sektor makanan dan minuman, utilitas, serta usaha terkait pemerintah memiliki ketahanan untuk menopang aktivitas ekonomi.
“Kami siap mendukung pemanfaatannya untuk investasi produktif dan peningkatan kapasitas usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas kredit,” katanya.
