Usia Harapan Hidup Meningkat, OJK Tekankan Pentingnya Dana Pensiun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penguatan sistem dana pensiun seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Kondisi itu membuat masyarakat perlu mempersiapkan masa pensiun sejak dini agar dapat menjalani masa tua secara mandiri dan bermartabat.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, naiknya usia harapan hidup merupakan perkembangan positif yang perlu diimbangi dengan kesiapan finansial masyarakat dalam menghadapi masa pensiun.
“Masyarakat kita hidup semakin panjang. Thanks to all health system dan juga sekarang masyarakat kita lebih sadar kesehatan, juga ekspektasi hidup bisa menjadi lebih panjang,” ujarnya, dalam Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026, di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Friderica mencontohkan, perubahan usia harapan hidup terlihat dari semakin banyaknya masyarakat berusia lanjut yang masih aktif melakukan berbagai kegiatan, termasuk berolahraga.
“Dulu kita ingat kalau lihat orang umur 50 tahun kaya sudah tua sekali. Sekarang saya merasa 50 biasa saja, mungkin yang usia 60 atau 70 kita lihat masih olahraga, masih gym, ibu-ibu masih dansa,” katanya.
Baca Juga
Investasi Dana Pensiun di SRBI Melesat 132,76% Jadi Rp 18,52 Triliun per Juli 2026
Usia hidup yang semakin panjang tersebut, lanjut Friderica, membawa konsekuensi terhadap kebutuhan finansial pada masa pensiun. Karena itu, masyarakat perlu memastikan ketersediaan dana yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup ketika sudah tidak lagi berada dalam usia produktif.
Ia mengutip pandangan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menyebut bahwa sistem pensiun yang kuat penting untuk menjaga standar hidup masyarakat yang semakin menua.
“Strong retirement system will be important to protect the living standards of our aging population," ucap Friderica.
Baca Juga
OJK Ungkap 58 Dana Pensiun Dibubarkan Sejak 2020, Perluasan Kepesertaan Jadi Fokus Industri
Ia mengatakan, aging population tersebut pada akhirnya akan mencakup seluruh masyarakat, termasuk generasi yang saat ini masih berada dalam usia produktif.
“Di sinilah tugasnya menyiapkan retirement plan dan juga bagaimana nanti dengan sebaik-baiknya dengan seluruh regulasi ketentuan yang ada bisa memenuhi, mematuhi, tapi juga mengoptimalkan manfaat yang bisa diterima,” ujar Friderica.
Persiapan dana pensiun, kata dia, tak semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tapi juga bagaimana masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat dari sistem pensiun yang tersedia.
