Bank Indonesia Terus Perluas Jangkauan QRIS Antarnegara, Bidik Pasar India hingga Arab Saudi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) terus memperluas efektivitas dan jangkauan QRIS antarnegara sebagai bagian dari inisiatif Regional Payment Connectivity (RPC).
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Fitria Irmi Triswati menyampaikan bahwa penggunaan QRIS antarnegara saat ini telah mencapai titik imbang (net), bahkan memfasilitasi lebih banyak wisatawan mancanegara yang bertransaksi di Indonesia dibandingkan wisatawan domestik yang bepergian ke luar negeri.
"Awalnya ketika dimulai dengan Thailand pada 2022, kita lebih banyak memfasilitasi wisatawan Indonesia. Namun sekarang total transaksinya sudah net imbang dan memfasilitasi lebih banyak wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia," ujar Fitria dalam acara Media Gathering Aplikasi ShopeePay: Cara Baru Manfaatkan QRIS, Pengguna & UMKM Pasti Untung di Dream Dates Senopati, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga
ShopeePay Tebar Cashback QRIS hingga Rp 100 Ribu dan Diskon SPayLater 50%
Setelah sukses terhubung dengan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, serta merambah ke Korea Selatan, Cina, dan Jepang, BI kini tengah menjajaki kerja sama tahap berikutnya dengan beberapa negara strategis lain, antara lain India, Vietnam, Arab Saudi, dan Australia.
Strategi pengembangan ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan negara-negara tetangga dan destinasi utama warga negara Indonesia. Harapannya, integrasi pembayaran digital ini dapat mempermudah transaksi masyarakat di luar negeri, termasuk bagi jamaah yang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi di masa depan.
Selain memperluas cakupan negara mitra, BI juga berfokus pada peningkatkan kualitas dan keanekaragaman fitur pembayaran. Di antaranya adalah memastikan jumlah penyedia layanan dan merchant di negara mitra terus bertambah, mengakomodasi kebiasaan transaksi di negara seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana merchant yang melakukan pemindaian terhadap kode pembayaran konsumen. Kemudian, mengembangkan fitur QRIS berbasis tap untuk menunjang efisiensi pembayaran, khususnya di sektor transportasi publik.
Baca Juga
Dalam jangka panjang, konektivitas pembayaran regional ini tidak hanya mengandalkan instrumen QRIS, tetapi juga akan difasilitasi oleh jaringan fast payment antarnegara. Meski demikian, BI menegaskan bahwa penetapan kerja sama baru membutuhkan proses yang matang, mulai dari kesepakatan antarabank sentral, skema business to business (B2B), hingga tahap uji coba sebelum resmi diluncurkan secara komersial.
"Harus ada dulu perjanjian kerja samanya, kemudian nanti business to business-nya juga harus bicara, gitu kan ya, dan sebagainya sampai dengan uji coba dan komersialisasi. Perjalanan panjang tetapi doakan, Insyaallah dengan niat baik kita bisa mencapai semua," tutur Fitria.
