Rupiah Perkasa, Pergantian Menkeu Diharapkan dapat Respons Positif Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menjadi salah satu mata uang di kawasan Asia yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada mula perdagangan Selasa (15/9/2026), rupiah menguat sebesar 0,01% terhadap dolar AS menjadi Rp 17.667 per dolar AS.
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang mengalami penguatan pagi ini. Selain rupiah, penguatan juga terpantau terjadi pada peso Filipina yang menguat 0,05%.
Nilai tukar beberapa mata uang di kawasan Asia terpantau melemah. Yen Jepang melemah 0,27%, yuan China melemah 0,02%, rupee India melemah 0,12%, ringgit Malaysia melemah 0,08%, dolar Singapura melemah 0,1%, dan baht Tailan melemah 0,07%.
Baca Juga
Rupiah Bergerak Menguat Terhadap Dolar AS, Sentuh Rp 17.607 per US$
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS. Salah satu pemicunya, yaitu pergantian menteri keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
"Yang diharapkan akan direspons positif dari pasar," kata Lukman.
Meski demikian, menurut Lukman, ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas. Ini karena harga minyak mentah dunia yang melambung.
Baca Juga
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Posisi ke Rp 17.612 per Dolar AS
Harga minyak dunia versi WTI melambung hingga US$ 102,85 per barel atau naik 1,44%. Sementara itu, harga minyak Brent menembus US$ 107,09 per barel atau naik 1,33%.
"Investor juga wait and see menjelang keputusan FOMC pada Rabu," ujar dia.
