Eks Menkeu Era Soeharto Sebut Isu Pergantian Purbaya Hanya Pembentukan Opini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) ke-19 pada Kabinet Pembangunan VII atau era Soeharto, Fuad Bawazier menilai isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang belakangan beredar di publik merupakan bagian dari upaya pembentukan opini dan tidak berdasar.
“Bicaranya juga tidak ada, diganti juga tidak ada. Itu lebih kepada penciptaan opini saja,” kata Fuad dalam acara Forum Ekonom Konstitusi di Jakara, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, berbagai isu semacam itu muncul di tengah proses transisi kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai terdapat berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah sehingga berupaya membentuk persepsi tertentu di masyarakat.
Baca Juga
Bertemu Prabowo di Istana, Chatib Basri Bantah Ditawari Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Dalam forum tersebut, Fuad mengingatkan, arah pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap berpegang pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan perdebatan ekonomi tidak seharusnya terjebak pada label neoliberal maupun sosialis, melainkan fokus pada pelaksanaan konstitusi.
"Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," terangnya.
Fuad mengatakan isu pergantian pejabat negara, termasuk Menteri Keuangan, kerap digunakan untuk memengaruhi sentimen pasar. Karena itu, ia meminta publik tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum memiliki dasar resmi.
Ia juga menanggapi berbagai prediksi pesimistis sejumlah ekonom mengenai kondisi ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah. Menurut Fuad, fluktuasi kurs merupakan hal yang lazim terjadi dan tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental ekonomi.
“Kalau dolar naik turun itu biasa. Yang penting pemerintah tetap fokus menjalankan kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.
