Di Tengah Tekanan Industri, Asuransi Astra Pacu Pertumbuhan dari Lini Kendaraan dan Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) mencatatkan kinerja positif hingga semester I 2026, di tengah tekanan terhadap industri asuransi umum. Perusahaan masih mampu membukukan pertumbuhan dengan mengandalkan diversifikasi portofolio, terutama dari lini kendaraan bermotor dan asuransi kesehatan.
President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengungkapkan, kondisi industri yang menghadapi berbagai tantangan tidak menghalangi pihaknya untuk tetap mencatatkan pertumbuhan hingga paruh pertama tahun ini.
“Puji syukur alhamdulillah kita masih perform, baik di kuartal I (2026) maupun semester I ini. Kita tetap tumbuh,” ujarnya, dalam Konferensi Pers bertajuk ‘Transformation Beyond the Screen: Tujuh Dekade Asuransi Astra’, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga
Asuransi Astra Hadirkan 3 Inovasi Digital untuk Sambut Usia 7 Dekade
Menurut Maximiliaan, tekanan paling terasa pada sektor asuransi yang memiliki keterkaitan erat dengan komoditas. Perlambatan aktivitas komoditas, ditambah kebijakan regulasi terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), turut membatasi kegiatan di sektor pertambangan. Kondisi itu kemudian berdampak pada sejumlah sektor pendukung pertambangan, termasuk alat berat, yang menjadi salah satu segmen bisnis Asuransi Astra.
Menghadapi kondisi tersebut, Asuransi Astra terus melakukan diversifikasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Salah satu penopang utama berasal dari lini asuransi kendaraan bermotor melalui produk Garda Oto.
Maximiliaan mengatakan, bisnis kendaraan bermotor masih mampu tumbuh dengan baik seiring dengan perbaikan pasar otomotif dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun penjualan kendaraan nasional belum kembali mencapai level normal sekitar 1 juta unit per tahun, kondisi pasar saat ini dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Sehingga kondisi (lini asuransi) kendaraan bermotor kita juga cukup membaik,” katanya.
Baca Juga
Selain lini asuransi kendaraan, lanjut Maximiliaan, lini asuransi kesehatan Asuransi Astra juga masih mencatatkan pertumbuhan positif. Hal ini salah satunya tercermin dari kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan permintaan asuransi kesehatan yang masih tinggi hingga saat ini.
“Meskipun tantangannya adalah gimana mengendalikan klaim. Sehingga bisa saya sampaikan, di tengah tantangan yang cukup tinggi di tahun ini, Asuransi Astra dapat sampai dengan semester I ini masih dapat berjalan dan tumbuh dengan baik,” ucap Maximiliaan.
Jika melirik laporan keuangan publikasi, Asuransi Astra yang menjadi bagian dari Astra Financial ini mencatatkan total premi bruto sebesar Rp 5,17 triliun pada Juli 2026 atau meningkat 7,44% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 4,81 triliun. Capaian tersebut salah satunya mendorong kenaikan laba setelah pajak sebesar 6,01%, dari Rp 908,81 miliar pada Juli 2025 menjadi Rp 963,40 miliar pada Juli 2026.
