Asuransi Astra Targetkan 80% Proses Klaim Dilakukan Otomatis dengan AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memacu pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mempercepat proses layanan sekaligus memperkuat upaya mendeteksi potensi fraud dalam pengajuan klaim.
Technical & Operation Director Asuransi Astra, Mulia K.B Siregar mengungkapkan, pemanfaatan AI saat ini telah mampu memangkas tahapan proses penutupan asuransi kendaraan bermotor secara signifikan. Salah satunya melalui pemanfaatan optical character recognition (OCR) untuk mengekstrak data dari dokumen nasabah.
“Misalnya mengenai penutupan asuransi kendaraan bermotor melewati melalui gardaoto.com, di mana langkah yang tadinya 16 berkurang menjadi 2 dengan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI),” ujarnya, dalam Konferensi Pers bertajuk ‘Transformation Beyond the Screen: Tujuh Dekade Asuransi Astra’, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Menurut Mulia, teknologi OCR memungkinkan sistem membaca dan mengekstrak informasi dari KTP maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK). Data tersebut kemudian dapat langsung dimasukkan ke dalam database sehingga mengurangi proses input data secara manual.
“Bahkan dari nomor KTP beberapa digit di belakang itu, itu berbicara mengenai tanggal lahirnya, bulan, tahun, kemudian jenis kelaminnya, dan juga desa, kecamatan, itu bisa dipotret. Jadi dengan menggunakan OCR itu di-capture datanya, dimasukkan ke dalam kita punya database,” katanya.
Hal serupa diterapkan pada dokumen kendaraan. Sistem dapat mengambil informasi seperti nomor polisi, nomor rangka, hingga nomor mesin dari STNK. Otomatisasi tersebut membuat proses yang sebelumnya membutuhkan banyak tahapan kini menjadi jauh lebih ringkas.
Baca Juga
Asuransi Astra Raih Penghargaan Best Insurance 2026 Kategori Aset di Atas Rp 5 Triliun
Selain meningkatkan efisiensi, Asuransi Astra juga mengembangkan AI untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mendeteksi potensi fraud, khususnya pada klaim asuransi kesehatan.
Mulia menjelaskan, sistem nantinya dapat mencocokkan informasi diagnosis, treatment, obat, hingga tagihan yang diajukan nasabah dengan data historis yang tersimpan dalam database perusahaan. Pengembangan itu juga diarahkan pada layanan Garda Medika di aplikasi myGarda yang memungkinkan nasabah mengajukan klaim secara online dengan mengunggah dokumen pendukung.
“Di Garda Medika itu klaim bisa dilakukan secara online, lewat aplikasi, di upload dokumennya. Itu juga bisa di cek dan kita sedang kembangkan AI-nya untuk mendeteksi adanya fraud,” ucapnya.
Ai nantinya dapat membantu mengidentifikasi apakah jumlah atau tanggal pengajuan tertentu pernah digunakan dalam klaim sebelumnya. Dengan begitu, proses pemeriksaan awal tidak seluruhnya harus dilakukan secara manual oleh petugas.
Bidik 80% Proses Klaim Lewat AI
Lebih jauh, Asuransi Astra menargetkan sebagian besar proses operasional dapat berjalan secara otomatis atau straight through process, termasuk mengenai klaim. Perusahaan berharap sekitar 70%-80% proses dapat diselesaikan tanpa intervensi manusia.
“Dengan penggunaan AI ini, menggunakan OCR ini, sebagian besar dari proses kita akan straight-through process. Kita harapkan 70% sampai 80% itu akan diproses tanpa human intervention. Hanya yang tidak memenuhi itu yang akan keluar dari proses kemudian mata kita lihat ke sana,” ujar Mulia
Meski begitu, implementasi teknologi tersebut masih terus dikembangkan Asuransi Astra. Ia menyebut, pada sebagian proses klaim yang sedang dikerjakan, tingkat akurasi sistem AI telah mendekati 80%.
“Kami berharap bahwa dalam tahun ini kami boleh memperoleh kemajuan yang berarti dan mungkin itu akan menjadi bahan launching salah satunya di tahun depan,” katanya.
Baca Juga
Rayakan HUT Ke-70, Asuransi Astra Gelar Undian Berhadiah Toyota Veloz Hybrid
