BTN (BBTN) Raup Laba Rp 2,51 Triliun Hingga Juli 2026, Tumbuh 39,79%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) mencatat kinerja apik hingga Juli 2026. Bersama entitas anak yaitu Bank Syariah Nasional (BSN), BTN membukukan laba bersih konsolidasi Rp 2,51 triliun atau naik 39,79%, dari periode yang sama 2025 yaitu Rp 1,8 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, pencapaian itu merupakan hasil dari proses transformasi yang telah dilakukan perseroan secara konsisten selama lebih dari satu dekade. Transformasi tersebut tak lagi sebatas memperkuat posisi sebagai housing specialist, tapi berkembang menuju konsep beyond mortgage dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat.
“Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya bagaimana kami memperkuat bisnis, tapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (26/8/2026).
Kenaikan laba tersebut, didorong oleh tumbuhnya kinerja intermediasi serta membaiknya pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII). Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi, NII BTN mencapai Rp 9,7 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 5,23% dibanding Rp 9,21 triliun pada periode yang sama 2025.
DI lain sisi, beban bunga BTN berhasil ditekan 12,08% menjadi Rp 9,45 triliun dari sebelumnya Rp10,75 triliun. Penurunan tersebut ikut menopang peningkatan laba operasional konsolidasi yang mencapai Rp 3,24 triliun, atau tumbuh 43,12% dari Rp 2,26 triliun.
Baca Juga
BTN Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade
Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp 421,66 triliun per Juli 2026, meningkat 11,88% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 376,89 triliun.
Pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK), di mana DPK konsolidasi BTN mencapi Rp 455,27 triliun atau tumbuh 13,58% secara year on year (yoy). DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp 167,85 triliun, tabungan Rp 45,95 triliun, dan deposito Rp 241,47 triliun.
“Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN,” kata Nixon.
Komitmen tersebut, lanjut dia, antara lain diwujudkan melalui program peningkatan kualitas hunian masyarakat. BTN bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan (PPATK) menjalankan program ‘Rumah Bersih, Keuangan Bersih’ dengan memperbaiki 20 rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo sepanjang 2026.
Selain program perbaikan rumah, BTN juga memperluas berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan ekosistem perumahan. Perseroan menilai keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis, tapi juga dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kondisi lingkungan.
“Kami percaya membangun rumah berarti membangun kehidupan. Karena itu, pertumbuhan BTN harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Kami akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sejalan dengan peran BTN dalam membangun ekosistem perumahan nasional,” ucap Nixon.
Baca Juga
BTN (BBTN) Siapkan KPR 40 Tahun Bunga 6% untuk Hunian Manggarai
