Di TADEA 2026, OJK Minta Agen Asuransi Pahami Next Generation Insurance dan Kuasai AI
Poin Penting
|
SURABAYA, Investortrust.id -- Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan agar semua insan perasuransian, khususnya para agen, untuk mempersiapkan diri terhadap fenomena next generation insurance.
Disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam ajang Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Surabaya, Kamis (13/8/2026), para insan perasuransian harus memahami next generation insurance dan para SDM di dalamnya harus aware dan mempersiapkan diri dengan kompetensi masa depan yang akan dibutuhkan dan berkembang.
"Bahwa para profesional di bidang asuransi harus mempunyai AI literacy yang baik, data literasi, digital mindset, cyber awareness, analytical thinking, dan customer centric innovation," kata Ogi.
Inisiatif pengembangan kapasitas sumber daya manusia sendiri telah didorong secara aktif oleh OJK. Salah satunya melalui penerbitan regulasi dalam POJK Nomor 34 Tahun 2024, serta berbagai program sertifikasi kompetensi hingga leadership program yang dirancang secara komprehensif oleh Dewan Asuransi Indonesia (DAI).
Menurut Ogi, Implementasi program-program peningkatan kapasitas ini dilakukan secara kolaboratif bersama jajaran asosiasi industri perasuransian nasional, termasuk AAJI, AAUI, AASI, Aparindo, Apari, serta asosiasi terkait lainnya yang terus bersinergi menyiapkan peta jalan kompetensi masa depan.
OJK pun tengah mengembangkan supervisory technology atau sup-tech dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam metode pengawasan ekosistem industri keuangan.
Terkait adopsi teknologi modern ini, Ogi memberikan pesan pemantik yang sangat krusial bagi masa depan para tenaga pemasar dan pelaku industri perasuransian di Tanah Air. Ogi menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak akan pernah menggantikan peran para profesional asuransi di masa depan, melainkan para profesional asuransi yang menggunakan kecerdasan buatan secara efektif yang akan mengungguli mereka yang tidak memanfaatkannya.
Baca Juga
OJK Ingatkan Ratusan Ribu Agen Asuransi untuk Miliki Sertifikasi Resmi LSP Terbaru
Oleh karena itu, seluruh profesional di sektor ini dituntut untuk terus belajar menguasai teknologi kecerdasan buatan karena teknologi ini sejatinya merupakan alat bantu yang berfungsi sebagai co-pilot penunjang pekerjaan, bukan sistem kemudi otomatis atau auto-pilot yang mengambil alih seluruh peran manusia.
Berbagai poin penting dan fokus perhatian OJK ke depan ini diharapkan dapat memacu para agen dan seluruh tim distribusi untuk tiada henti mengembangkan potensi diri. Ogi menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan sektor perasuransian karena peluang pasar asuransi di Indonesia dinilai masih sangat terbuka lebar.
Penetrasi Asuransi Masih Rendah
Hingga saat ini, tingkat penetrasi pasar asuransi nasional tercatat masih berada di kisaran 3%, sementara rasio aset asuransi terhadap PDB juga masih bertahan di level sekitar 5%.
Ruang pertumbuhan atau room of opportunity yang sangat besar tersebut menjadi modal penting yang harus dikembangkan dengan tata kelola yang baik demi kemajuan industri.
Menutup penyampaian perhatian dari pihak regulator tersebut, Ogi turut menyampaikan ucapan selamat bagi seluruh peserta yang mengikuti rangkaian konvensi sekaligus memberikan ucapan selamat atas penganugerahan penghargaan yang diberikan dalam ajang tersebut, disertai harapan besar agar industri perasuransian nasional dapat terus tumbuh menjadi lebih baik di masa depan.

