Tumbuh 9,2%, BCA Syariah Cetak Laba Bersih Rp 109,4 Miliar di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,2%, dari Rp 100,1 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp 109,4 triliun di periode yang sama tahun ini.
Direktur BCA Syariah Pranata mengungkapkan, capaian laba tersebut salah satunya didorong oleh kenaikan pembiayaan sebesar 20,5% menjadi Rp 13,6 triliun pada Juni 2026, dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 11,3 triliun.
“Secara year on year (yoy) pembiayaan naik 20,5%,” ujarnya, dalam Media Update Kinerja BCA Syariah Semester I 2026, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga
Dari jumlah tersebut, Pranata merinci, pembiayaan komersial masih menjadi kontributor terbesar dalam hal penyaluran dengan pangsa 73,54%.
Nominal pembiayaan komersial yang disalurkan BCA Syariah hingga semester I 2026 mencapai Rp 9,98 triliun atau tumbuh 43,5% secara year on year (yoy).
Kontributor lainnya berasal dari pembiayaan konsumer dan SME yang masing-masing menggenggam pangsa 18,25% dan 8,21% terhadap total pembiayaan. Keduanya mencatatkan nominal pembiayaan masing-masing Rp 2,48 triliun atau terkontraksi 43,5% (yoy) dan dan Rp 1,11 triliun atau tumbuh 23,8% (yoy).
Sejalan dengan itu, kualitas pembiayaan BCA Syariah juga tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari non performing financing (NPF) gross yang berada di level 1,84% dan NPF net 0,41% pada Juni 2026.
“Kemudian dari FAR (financing at risk) kita juga relatif baik, cukup rendah sampai dengan Juni 2026 tercatat di angka 5,38%,” kata Pranata.
Baca Juga
Pengguna BSya Melonjak 339%, BCA Syariah Dekati Masyarakat Lewat Rumah Sahabat
Dari sisi penghimpunan dana, kata dia, total dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah mencapai Rp 15,39 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 10,2% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 13,97 triliun.
Dari total DPK tersebut, porsi dana murah atau current account and saving account (CASA) BCA Syariah menggenggam pangsa 42,4% pada Juni 2026. Nominal CASA mencapai Rp 6.53 triliun.
“Untuk produk dana mura kita atau CASA, alhamdulillah tumbuh di 14,6% (yoy),” ucap Pranata.
Dengan pertumbuhan tersebut, alhasil rasio pinjaman terhadap simpanan atau financing to deposit ratio (FDR) BCA Syariah berada di level 88,2% pada Juni 2026 atau naik 7,5% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 80,7%.
Sementara total aset BCA Syariah hingga semester I 2026 mencapai Rp 20,7 triliun atau meningkat 17,2% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 17,6 triliun.

