Kinerja Apik, Ciputra Life Sabet Investortrust Best Insurance 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) meraih penghargaan Investortrust Best Insurance Award 2026 untuk kategori asuransi jiwa dengan aset Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja bisnis yang terus bertumbuh di tengah tantangan industri asuransi.
Capaian tersebut ditopang pertumbuhan premi, peningkatan laba, serta pengelolaan investasi yang konsisten. Kinerja tersebut juga memperkuat posisi Ciputra Life sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa dengan pertumbuhan agresif pada 2026.
Sepanjang semester I-2026, Ciputra Life membukukan premi sebesar Rp 319,66 miliar. Angka itu melonjak 64,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 193,97 miliar.
Kinerja positif juga terlihat pada kuartal I-2026. Pendapatan premi bruto naik 29,38% menjadi Rp 181,28 miliar, sementara total pendapatan meningkat 30,33% menjadi Rp158,08 miliar.
Di sisi profitabilitas, laba setelah pajak tumbuh 4,64% secara tahunan menjadi Rp 14,42 miliar. Hasil investasi bahkan melonjak 66,77% menjadi Rp 16,61 miliar dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba.
Baca Juga
56 Perusahaan Asuransi Diganjar Penghargaan di Investortrust Best Insurance Award 2026
Bisnis asuransi jiwa kredit masih menjadi mesin pertumbuhan perusahaan. Hingga semester I-2026, premi dari lini tersebut mencapai Rp 277 miliar atau naik 43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ketua Tim Juri Investortrust Best Insurance 2026, S. Budisuharto, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat. Perusahaan peserta wajib memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari laporan keuangan audit 2025 sesuai PSAK 117, tidak merugi, memiliki Risk Based Capital (RBC) minimal 120%, hingga memenuhi ketentuan aset dan ekuitas sesuai kategori.
Setelah lolos seleksi awal, perusahaan kemudian dinilai berdasarkan 17 indikator. Penilaian meliputi pertumbuhan aset, premi, laba, investasi, profitabilitas, efisiensi, pangsa pasar, hingga tingkat solvabilitas untuk mengukur kualitas pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

