Laba Bank Tata Asia Melonjak 138%, Aset Tembus Rp 902,6 Miliar hingga Juni 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia membukukan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester I 2026. Bank Tata Asia mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 15,77 miliar, meningkat 138% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,63 miliar. Peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit, kenaikan pendapatan operasional, serta penguatan struktur permodalan dan likuiditas bank.
Sejalan dengan peningkatan laba, total aset Bank Tata Asia melonjak menjadi Rp 902,61 miliar, tumbuh sebesar 87,9% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 480,43 miliar pada Juni 2025. Penyaluran kredit juga menunjukkan akselerasi yang kuat dengan nilai mencapai Rp 723,42 miliar atau meningkat 137% secara yoy.
Dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri atas tabungan dan deposito naik menjadi Rp 489,43 miliar, didorong pertumbuhan tabungan yang mencapai lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 72,74 miliar serta deposito yang meningkat menjadi Rp 416,69 miliar.
Baca Juga
OJK Akselerasi Konsolidasi BPR dan Buka Pintu Lebar untuk Investor Strategis
Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia TB Frandy Priya Purwanto mengatakan, capaian pada semester pertama tahun ini menunjukkan strategi ekspansi berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pertumbuhan kredit yang diikuti peningkatan penghimpunan dana masyarakat serta laba mencerminkan masih kuatnya permintaan pembiayaan, khususnya dari sektor usaha produktif.
"Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan yang sehat pada semester pertama 2026. Fokus kami bukan hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan kualitas aset tetap terjaga, permodalan kuat, dan likuiditas memadai. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis dapat melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan hingga akhir tahun," ujar Frandy dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/7/2026).
Kinerja operasional Bank Tata Asia juga menunjukkan penguatan. Pendapatan operasional meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp 108,20 miliar, didorong oleh kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp 72,15 miliar.
Baca Juga
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari
Di tengah ekspansi tersebut, Bank Tata Asia tetap mampu menjaga kualitas aset dengan rasio Capital Adequacy Ratio (KPMM) tercatat 23,52%, rasio Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,82% dan NPL gross sebesar 1,32%. Sementara itu, Return on Assets (ROA) sebesar 4,91%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 12,31%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 93,78%, mencerminkan kondisi permodalan dan likuiditas yang tetap kuat di tengah pertumbuhan bisnis.
Frandy menambahkan, Bank Tata Asia akan terus memperkuat fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit yang sehat dan terukur, memperluas basis penghimpunan dana masyarakat, serta menjaga kualitas aset dan tata kelola perusahaan. Bank Tata Asia optimistis momentum pertumbuhan yang telah dibangun pada semester pertama akan menjadi fondasi untuk mencatatkan kinerja yang lebih baik hingga akhir 2026.
