OJK Ases Kinerja Perbankan Semester I, Buka Peluang Revisi Target RBB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan asesmen komprehensif berbasis informasi realisasi kinerja industri perbankan semester I dibandingkan dengan target Rencana Bisnis Bank (RBB).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, asesmen tersebut juga memperhatikan upaya tetap menjaga stabilitas sektor keuangan, proyeksi ekonomi makro (outlook pertumbuhan ekonomi, BI rate, dan inflasi) serta kemampuan bank menjaga tingkat risiko, likuiditas dan permodalan. OJK memperkirakan bahwa sebagian besar bank masih dalam trajectory yang wajar dengan penyesuaian atas beberapa basis asumsi terkini.
"Meskipun demikian, sejumlah bank diperkirakan akan melakukan penyesuaian terhadap beberapa asumsi dasar sebagai respons atas perkembangan kondisi ekonomi dan dinamika lingkungan usaha terkini," ujar Dian dalam jawaban tertulis Konferensi Pers RDKB Juni 2026, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga
Imbas Ketidakpastian Global, Bank Danamon (BDMN) Bersiap Sesuaikan RBB 2026
Dian menjelaskan, penyesuaian target RBB dimungkinkan untuk dilakukan dengan pertimbangan setidaknya dua hal utama, yaitu jika terdapat deviasi signifikan antara target dan realisasi sepanjang semester I, atau jika terdapat perubahan kondisi makroekonomi dari asumsi awal atau internal bank yang berdampak material antara lain perubahan strategi bisnis bank.
Menurut Dian, tingkat revisi sangat tergantung pada stabilitas ekonomi dan ekspektasi ke depan, seperti suku bunga acuan, permintaan kredit, dan likuiditas, maupun kinerja bank hingga posisi Juni 2026.
Baca Juga
"Misalnya jika penyaluran kredit dan profitabilitas bank masih sesuai atau mendekati target sehingga revisi tidak dilakukan oleh bank," ungkap Dian.
Lebih lanjut, Dian menyebut, OJK akan terus memantau perkembangan kinerja industri perbankan. Hal dilakukan guna memastikan ketahanan sektor keuangan tetap terjaga serta fungsi intermediasi perbankan dapat berlangsung secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
