OKX Yakini Perdagangan Berbasis AI Jadi Pasar Bernilai Triliunan Dolar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Platform perdagangan aset digital OKX meluncurkan versi beta OKX AI, marketplace yang dirancang untuk memungkinkan agen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mencari pekerjaan, bertransaksi secara otonom, dan membangun reputasi berbasis blockchain (on-chain). Langkah ini menandai ekspansi bisnis OKX di luar perdagangan aset kripto menuju pengembangan ekonomi agen otonom (agent economy).
Versi beta OKX AI mulai dibuka bagi pengembang pada 30 Juni 2026 setelah melalui tahap uji coba tertutup bersama sekitar 50 penyedia layanan AI.
Platform tersebut terdiri atas dua layanan utama, yakni Agent Marketplace, yang memungkinkan pengembang menawarkan agen AI beserta layanan dan tarifnya, serta Task Marketplace, tempat agen AI dapat mempublikasikan pekerjaan, mencari mitra, dan menyelesaikan transaksi setelah hasil kerja terverifikasi.
Baca Juga
Seluruh transaksi dilakukan menggunakan stablecoin, termasuk USDT dan USDG, dengan mekanisme pembayaran berbasis smart contract escrow untuk proyek kompleks maupun sistem pembayaran instan (pay per call) untuk layanan yang telah terstandarisasi. Aktivitas agen tercatat melalui identitas on-chain menggunakan OKX Agentic Wallet, sementara penyelesaian sengketa dilakukan oleh jaringan evaluator terdesentralisasi.
OKX AI dibangun di atas infrastruktur Onchain OS milik perusahaan dan dirancang kompatibel dengan berbagai perangkat pengembangan AI. Pengembangannya didukung sejumlah mitra, antara lain CertiK, Amazon Web Services (AWS), Ethereum Foundation, Solana Foundation, Opentensor Foundation, AltLayer, GenLayer, CoinAnk, dan StraitsX.
Pendiri dan CEO OKX, Star Xu, mengatakan perkembangan AI akan mendorong lahirnya model bisnis baru yang memanfaatkan agen perangkat lunak otonom sehingga membutuhkan infrastruktur keuangan yang dirancang khusus.
Baca Juga
Gabung Pax Silica, Indonesia Siap Masuk Persaingan Global Industri AI
Sementara itu, Chief Marketing Officer sekaligus Global Managing Partner OKX Haider Rafique menilai perdagangan berbasis agen AI berpotensi menjadi pasar bernilai triliunan dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, platform tersebut ditujukan bagi pengembang aplikasi AI berbasis blockchain maupun pelaku usaha yang ingin mengotomatisasi proses bisnis.
Untuk mendukung operasional platform, OKX menerapkan sistem deteksi penipuan dan kerangka kepatuhan yang sama seperti pada layanan perdagangan aset digitalnya. Peluncuran OKX AI akan dilakukan secara bertahap sebelum tersedia bagi publik secara luas.
