Penyaluran Pinjaman Pindar Tembus Rp 1.388 Triliun, Aftech Tekankan Kepercayaan Konsumen Adalah Kunci
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftceh) menyebut, keberadaan industri pinjaman daring (pindar) saat ini memberikan dampak positif bagi sektor perekonomian. Oleh karena itu, industri didorong untuk terus menjaga kepercayaan konsumen.
Sekretaris Jenderal Aftech Firlie Ganinduto mengungkapkan, sejak pindar beroperasi, total akumulasi pinjaman mencapai Rp 1.388 triliun, dengan lebih dari 169 juta borrower (penerima dana) aktif yang terlayani.
Dari jumlah tersebut, 38%-40% diantaranya adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mendapat akses pendanaan untuk pertama kalinya, dan lebih dari 90% borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.
“Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh. Mereka meminjam untuk beli stok dagangan, bayar biaya sekolah anak, atau tambal modal saat arus kas seret,” ujar Firlie, dalam keterangan pers, Selasa (9/6/2026).
Ia mengatakan, Aftech terus mendorong seluruh anggotanya untuk menjalankan bisnis berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, transparan dalam menyampaikan biaya dan bunga pinjaman, serta menyediakan mekanisme perlindungan konsumen yang jelas.
“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. Aftech tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif, kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas,” kata Firlie.
Baca Juga
Dari sisi pelaku industri, Direktur Utama Easycash Nucky P Djatmiko menilai, keberadaan pindar telah membantu masyarakat membangun rekam jejak keuangan yang kemudian membuka akses ke layanan keuangan formal.
“Pindar bukan titik akhir perjalanan keuangan mereka, kami adalah titik masuknya. Dan itu yang membuat pekerjaan ini punya makna,” ucapnya.
Setali tiga uang, Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) Yonathan Gautama menyatakan, dampak pembiayaan produktif tak hanya dirasakan oleh penerima pinjaman, tapi juga memberikan efek ganda terhadap perekonomian di sekitar.
“Tenaga kerja yang terserap, pemasok lokal yang ikut tumbuh, dan perputaran uang yang semakin aktif di tingkat komunitas,” ujarnya.
Baca Juga
Update Juni 2026: Tersisa 94 Pindar Resmi Berizin OJK, Jangan Salah Pilih!
Anggota Aftech Komit Terapkan Tata Kelola dan Perlindungan Konsumen
Saat ini, Aftech menaungi sembilan penyelenggara pindar aktif, yaitu Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai. Seluruhnya beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan komitmen yang sama terhadap tata kelola dan perlindungan konsumen.
Firlie mengatakan, Aftech juga mendorong para anggota untuk secara rutin mempublikasikan indikator kinerja utama, seperti tingkat pengembalian pinjaman (repayment rate), jumlah UMKM yang memperoleh pendanaan, hingga hasil audit proses penagihan.
“Kami ingin masyarakat melihat pindar sebagaimana adanya, industri yang lahir dari masalah nyata, tumbuh dengan inovasi yang bertanggung jawab dan berkomitmen untuk melayani mereka yang paling membutuhkan akses keuangan,” kata Firlie.
