Bagikan

3 Nama Ini Dikabarkan Jadi Petinggi Baru INA, Salah Satunya Oki Ramadhana

Poin Penting

Indonesia Investment Authority (INA) dikabarkan menunjuk tiga petinggi baru untuk mengisi posisi strategis, yakni CEO, chief investment officer (CIO), dan Kepala Risiko.
Selain Oki, INA juga dikabarkan menunjuk Laksono Widodo sebagai CIO. Laksono sebelumnya menjabat Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas
Pergantian manajemen ini terjadi setelah Ridha Wirakusumah menyelesaikan masa jabatannya sebagai CEO INA pada Februari 2026

JAKARTA, investortrust.id - Indonesia Investment Authority (INA) dikabarkan menunjuk tiga petinggi baru untuk mengisi posisi chief executive officer (CEO), chief investment officer (CIO), dan Kepala Risiko INA.

Melansir Bloomberg, Kamis (14/5/2026), salah satu nama yang dikabarkan menjadi CEO INA adalah Oki Ramadhana yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas.

Karir Oki tidak bisa dibilang singkat, sebelumnya ia juga pernah bekerja di Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Kemudian menduduki posisi Direktur Utama HSBC Sekuritas Indonesia sebelum bergabung ke Mandiri Sekuritas.

Selain Oki, INA juga dikabarkan mengangkat Laksono Widodo sebagai CIO. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas.

Baca Juga

Penasihat Danantara Ray Dalio Versus Penulis Buku Robert Kiyosaki Perdebatkan Bitcoin Sebagai Aset 'Safe Haven'

Nama terakhir, Adhiputra Tanoyo kabarnya diangkat menjadi Kepala Manajemen Risiko INA. Saat ini ia Tanoyo diketahui masih menjabat sebagai Director of Risk Management & Compliance PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Oki menjabat pucuk pimpinan di INA setelah pendahulunya Ridha Wirakusumah menyelesaikan masa jabatannya pada Februari lalu.

Transisi ini disebut seiring dengan upaya Indonesia untuk mendorong masuknya investasi guna mendukung target pertumbuhan yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga

Respons Surat Kadin China, BKPM Komitmen Perbaiki Iklim Investasi

Pada 2024, INA melaporkan investasi kumulatif sejak tahun 2021 mencapai Rp 65,4 triliun, didukung oleh arus masuk investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) 2,5 kali dari sebelumnya.

Dana kekayaan negara tersebut memperluas investasinya di berbagai sektor, termasuk transportasi dan logistik, infrastruktur, digital, energi hijau, kesehatan, dan pendidikan.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024