Genjot ESG, BTN Bidik Kenaikan Porsi “Social Loan” Jadi 60% di 2026
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) terus berkomitmen menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Bahkan, perseroan membidik salah satu bagian dari ESG, yaitu pembiayaan sosial (social loan) menjadi 60%, dari total kredit di tahun ini.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengungkapkan, dari total kredit yang berhasil disalurkan pihaknya hingga penghujung 2025, 52% diantaranya merupakan portofolio social loan, yang merupakan bagian dari pembiayaan ESG.
“Sekarang 52%, terus di 2026 jadi 60%,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, usai Media Briefing, di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Saham BBTN Menguat 3,27%, Jadi Bank BUMN dengan Kenaikan YTD Tertinggi
Menurut Setiyo, mayoritas kredit BTN disalurkan pada segmen yang memiliki aspek ESG, atau lebih cenderung mengarah ke social loan misalnya KPR (kredit pemilikan rumah) Bersubsidi, KPR MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) non subsidi, KUR (kredit usaha rakyat) UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).
“Itu adalah social, jadi bagian dari ESG. Tapi aspek sosialnya,” katanya.
Sementara untuk pembiayaan hijau atau green financing, lanjut Setiyo, kontribusinya masih terbilang kecil. Sebab, hingga saat ini belum banyak proyek berwawasan hijau yang didanai oleh BTN.
“Tapi bertahap kita shifting mortgage. Dari yang aspek sosialnya tinggi, bergeser juga ke aspek sosial dan lingkungan,” ucapnya.
Baca Juga
Inovasi Rumah Berbasis Limbah hingga AI Mitigasi Banjir Jadi Sorotan BTN Expo 2026
Menurutnya, upaya untuk shifting pembiayaan ke arah yang berwawasan lingkungan tercermin dari pembangunan 11.000 unit rumah yang memiliki aspek hijau dan rendah emisi. Kemudian, beberapa proyek di corporate banking BTN juga telah membiayai proyek-proyek yang berwawasan hijau.
“Mungkin aspek green ini sekitar 5% dari total portofolio. Tapi yang paling penting adalah dari total portofolio 100% loan kita sebesar Rp 435 triliun (2025), 52%-nya itu masuk dalam taksonomi hijau Indonesia,” ujar Setiyo.
“Which is sebagian besar atau 52% (portofolio kredit) beraspek sosial,” sambungnya.

