Pertamina Hidupkan Kembali Lahan Kering Boyolali Lewat PLTS, Pendapatan Petani Naik 40%
Poin Penting
|
BOYOLALI, Investortrust.id - Di tengah musim kemarau panjang yang membuat tanah Desa Sobokerto di Kabupaten Boyolali retak dan gersang, secercah harapan muncul berkat sinar matahari. Melalui inovasi energi terbarukan, para petani setempat kini mampu menghidupkan kembali lahan kering dan memulihkan produktivitas pertanian mereka. Semua berawal dari kolaborasi antara masyarakat desa, anak muda inovatif, dan PT Pertamina (Persero).
Kemarau selama ini menjadi ujian berat bagi petani Desa Sobokerto. Tanah yang luas sering terbengkalai karena sulitnya mendapatkan air. Namun, situasi itu berubah ketika Pertamina menghadirkan program Desa Energi Berdikari (DEB), inisiatif sosial berbasis energi baru terbarukan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.
Khoirul, local heroes dari Kelompok Tani Ngudi Makmur Dukuh Turunan, mengisahkan transformasi itu. “Dahulu, di musim kemarau, dari empat hektare lahan, kami hanya bisa menanam 20%. Sekarang bisa 60%, bahkan saat kemarau. Pendapatan petani naik lebih dari 40%,” ujarnya bangga dikutip Selasa (28/10/2025).
Baca Juga
Pertamina dan Petronas Kolaborasi Garap Migas Laut Dalam di Blok Bobara Perairan Papua
Melalui DEB, Pertamina membangun sumur pompa bertenaga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menggantikan ketergantungan pada listrik konvensional dan bahan bakar fosil. Selain menyediakan infrastruktur energi, Pertamina juga memberi pelatihan tentang teknologi pertanian modern, efisiensi air, rotasi tanaman, dan strategi panen berkelanjutan.
Keberhasilan Desa Sobokerto tak lepas dari karya generasi muda. Haikal dan timnya, finalis Pertamuda 2024, menghadirkan inovasi teknologi bernama “Adositering”, sistem irigasi pintar berbasis internet of things (IoT). Teknologi ini mengatur aliran air dan pemupukan secara otomatis berdasarkan kelembapan tanah, semuanya ditenagai solar panel ramah lingkungan. “Teknologi ini kami rancang agar petani bisa mengontrol irigasi lewat ponsel, efisien dan berkelanjutan,” ujar Haikal.
Kini, gemericik air dari pompa tenaga surya menjadi musik baru di Sobokerto. Ladang yang dulu kering kini hijau kembali dengan tanaman bayam, kenikir, cabai, tomat, melon, hingga semangka. Energi surya bukan lagi sekadar panas, tapi sumber kehidupan baru.
Cahaya dari Desa untuk Indonesia
Kepala Desa Sobokerto Surahmin menilai program ini bukan hanya soal teknologi, tapi perubahan cara pandang. “Inovasi dan teknologi menumbuhkan semangat baru bagi petani agar lebih produktif dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menegaskan, Sobokerto adalah satu dari 80 Desa Energi Berdikari (DEB) yang diresmikan bertepatan dengan Hari Listrik Nasional 2025. Hingga kini, Pertamina telah memberdayakan 252 desa di seluruh Indonesia melalui energi baru terbarukan dan teknologi tepat guna.
Baca Juga
HUT Ke-80 ESDM, Pertamina Siap Kolaborasi Wujudkan Target Ketahanan Energi Nasional
“Program DEB sejalan dengan komitmen kami mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya pemerataan ekonomi desa, pemberantasan kemiskinan, dan ketahanan energi nasional,” jelas Fadjar.
Pertamina menegaskan perannya dalam pembangunan berkelanjutan, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, perusahaan energi negara ini berkomitmen mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa di bidang energi, pangan, dan lingkungan.

