HUT Ke-80 ESDM, Pertamina Siap Kolaborasi Wujudkan Target Ketahanan Energi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mendukung Pemerintah dalam mencapai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Dukungan tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi minyak dan gas (migas) serta pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) secara berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kementerian ESDM di Monas, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga
Bahlil Pastikan Pertamina Tak Merugi jika SPBU Swasta Batal Beli BBM
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan sejumlah capaian strategis sektor energi, termasuk realisasi lifting migas yang melampaui target APBN dan percepatan implementasi transisi energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya peningkatan produksi migas untuk mengurangi ketergantungan impor energi nasional. “Masih banyak hal yang harus kita tingkatkan. Target kita, sebagaimana arahan Bapak Presiden, di tahun 2029–2030 harus mencapai 900.000 sampai 1.000.000 barel per hari agar kita bisa mengurangi impor,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025).
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa Pertamina siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. “Sesuai visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan, Pertamina siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Simon.
Simon menambahkan bahwa Pertamina juga aktif memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, maupun mitra internasional. “Pertamina mendukung kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan ketahanan energi,” imbuhnya.
Baca Juga
Pertamina Hulu Raih Penghargaan ESG Awards 2025, Bukti Komitmen pada Keberlanjutan
Lebih lanjut, Simon menegaskan bahwa upaya meningkatkan lifting migas akan berjalan seiring dengan percepatan transisi energi. “Sebagai perusahaan terdepan dalam transisi energi, Pertamina telah melakukan berbagai terobosan, mulai dari pengembangan energi panas bumi, biofuel, bioetanol, hingga penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF),” jelas Simon.

