Limbah Bukan Musibah, Bareng Elnusa (ELSA) Bisa Jadi Berkah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Balai Desa Mundu siang itu terasa berbeda. Suara tawa dan semangat kolaborasi memenuhi ruangan ketika PT Elnusa Tbk (Elnusa), anak usaha PT Pertamina (Persero) di bidang jasa energi terintegrasi, menggelar program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) bertema “Dari Limbah Jadi Berkah.”
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Elnusa terhadap keberlanjutan dan ekonomi sirkular, dengan mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mundu ini diikuti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ibu-ibu PKK, serta pemuda karang taruna. Mereka mendapat pelatihan mengolah limbah rumah tangga dan sabut kelapa menjadi produk bernilai jual seperti sapu, pot tanaman, hingga tas daur ulang.
Baca Juga
57% Pekerja Lapangan Elnusa (ELSA) Anak Daerah, Bukti Tenaga Lokal Bisa Bersaing
Elnusa menggandeng Rumah BUMN Palangka Raya dan Bandung, Dinas Lingkungan Hidup, serta pemerintah desa setempat dalam pelaksanaan program. Pelatihan ini juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
“Armada roda tiga yang kami berikan bukan sekadar alat transportasi sampah, tetapi juga sarana distribusi hasil daur ulang. Harapannya, logistik lebih efisien dan produk kreatif masyarakat bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Manager Corporate Communication PT Elnusa Tbk, Jayanty Oktavia Maulina dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Dari sampah jadi peluang ekonomi
Jayanty menambahkan, pelatihan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan fisik. Elnusa ingin masyarakat memiliki keterampilan untuk mandiri dan berdaya saing.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk mengubah sampah menjadi sumber pendapatan. Ini adalah bagian dari komitmen Elnusa terhadap ekonomi sirkular,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mundu, Akifudin, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, program ini mengubah cara pandang warga terhadap sampah. “Dahulu sampah jadi masalah. Sekarang, lewat pelatihan dan pendampingan dari Elnusa, sampah bisa jadi bahan baku produk yang punya nilai ekonomi,” kata Akifudin.
Baca Juga
57% Pekerja Lapangan Elnusa (ELSA) Anak Daerah, Bukti Tenaga Lokal Bisa Bersaing
Inisiatif ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin 13 terkait penanganan perubahan iklim.
Dengan pendekatan circular economy, Elnusa menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak harus dimulai dari skala besar. Justru, perubahan dari desa bisa menjadi motor penggerak transformasi ekonomi hijau yang inklusif.

